Mahasiswa Magang di China Mengundurkan Diri Setelah Diminta Serahkan Hadiah RTX 5060 ke Perusahaan

Mahasiswa Magang
Ilustrasi Nvidia RTX 5060. (Foto: Nvidia)

BOGORTODAY.COM – Sebuah insiden unik sekaligus memprihatinkan terjadi di China ketika seorang mahasiswa magang memilih mengundurkan diri setelah perusahaan tempatnya magang meminta ia menyerahkan hadiah undian berupa kartu grafis Nvidia RTX 5060. Hadiah tersebut bernilai sekitar 3.000 yuan atau sekitar Rp 6,5 juta.

Berawal dari Tugas Menghadiri Acara Nvidia

Insiden ini terjadi saat sang mahasiswa magang ditugaskan menghadiri acara Nvidia di Suzhou pada 14 November. Seluruh biaya perjalanan—transportasi hingga hotel—ditanggung penuh oleh perusahaan.

Di acara tersebut, panitia menyelenggarakan undian untuk para peserta, dan secara mengejutkan si intern berhasil memenangkan hadiah utama berupa GPU RTX 5060.

Ia membawa pulang hadiah itu tanpa masalah, namun situasi berubah tak lama setelah acara berakhir.

Perusahaan Menuntut Hadiah Jadi Aset Kantor

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

Beberapa jam setelah acara selesai, seorang rekan kerja menghubunginya dan menyebut bahwa bagian keuangan perusahaan meminta GPU tersebut diserahkan sebagai kontribusi kantor, dengan alasan perjalanan si intern dibiayai perusahaan.

Belakangan, mahasiswa magang itu mengklarifikasi bahwa bagian keuangan sebenarnya belum mengetahui hadiah tersebut. Ia menduga rekannya hanya iri dan mencoba memanfaatkan situasi.

Namun tak lama kemudian, perusahaan benar-benar mengetahui keberadaan hadiah itu, diduga karena laporan internal. Manajemen memanggil si intern berkali-kali untuk dimintai penjelasan.

Dalam setiap pertemuan, mereka bersikeras bahwa hadiah itu merupakan hak perusahaan karena si intern hadir di acara menggunakan biaya kantor.

Intern Menolak dan Akhirnya Mengundurkan Diri

Mahasiswa magang itu menolak memberikan GPU tersebut. Ia berpendapat bahwa hadiah undian merupakan keberuntungan pribadi, bukan hasil kerja atau pencapaian yang terkait dengan perusahaan.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Rem Rekrutmen Honorer, Fokus Angkat P3K Penuh Waktu

Namun tekanan terus datang, termasuk dari pihak HR yang menyarankan ia mencari perusahaan yang “lebih cocok.”

Tidak tahan dengan tekanan tersebut, ia akhirnya mengajukan surat pengunduran diri pada 19 November.

Pendapat Pengacara: Perusahaan Tidak Berhak Mengambil Hadiah

Beberapa pengacara di China turut memberikan pandangan hukum terkait kasus ini.

Mereka menyatakan bahwa kepemilikan hadiah ditentukan oleh cara hadiah itu diperoleh.

Jika hadiah berasal dari undian terbuka yang tidak terkait langsung dengan tugas perusahaan, maka hadiah itu adalah hak pribadi peserta.

Perusahaan hanya bisa menuntut hadiah jika ada aturan tertulis yang menyatakan bahwa hadiah dari kegiatan perjalanan dinas menjadi aset perusahaan — sesuatu yang tidak ditemukan dalam kasus ini

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================