
•Pada bayi, benjolan muncul saat menangis, mengejan, atau menjadi rewel.
Hernia dapat menjadi serius jika bagian yang menonjol terjebak dan tidak bisa kembali masuk.
Kondisi ini dapat memutus suplai darah dan menyebabkan nekrosis (kematian jaringan), sehingga menjadi keadaan darurat medis.
Jika Anda menemukan gejala-gejala seperti ini, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Penyebab dan Faktor Risiko Hernia Inguinalis
Hernia terjadi karena adanya kelemahan otot atau jaringan ikat yang kemudian ditekan oleh organ di dalam perut. Titik lemah ini bisa:
•Sudah ada sejak lahir, atau
•Muncul seiring waktu akibat tekanan berulang.
Berikut faktor risiko yang dapat memicu hernia:
Faktor Penyebab:
•Lubang atau titik lemah bawaan.
•Kelainan bawaan pada jaringan ikat (seperti kolagen yang lemah).
•Riwayat operasi perut yang meninggalkan bekas lemah.
•Cedera pada dinding perut.
Faktor Risiko Tekanan Jangka Panjang:
•Batuk atau bersin kronis.
•Mengejan saat BAB atau BAK.
•Aktivitas berat yang menuntut angkat beban.
•Kehamilan berulang atau sering menggendong anak.
•Pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama.
•Kegemukan atau obesitas.
•Proses penuaan yang melemahkan jaringan.
“Turun berok” atau hernia inguinalis adalah kondisi medis yang umum terjadi, terutama pada laki-laki.
Walau tidak selalu berbahaya, hernia dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani.
Mengenali gejala dan faktor risikonya sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Jika Anda menemukan benjolan di selangkangan atau merasakan gejala yang mengarah ke hernia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















