BOGORTODAY.COM – Seorang wanita berinisial D (44) yang diaporkan hilang sejak Juli 2024 ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tinggal kerangka di sebuah rumah kosong di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menyatakan bahwa korban telah meninggalkan kediaman asalnya di Depok sejak pertengahan tahun lalu. Keluarga sempat membuat laporan kehilangan orang kepada pihak berwajib, namun keberadaan D baru diketahui setelah ditemukan meninggal dunia.
“Dari hasil penyelidikan awal, kami menemukan bahwa korban menghadapi persoalan utang yang cukup rumit, baik dari pinjaman online maupun pinjaman pribadi kepada teman dan tetangga,” ungkap Edison, Jumat (28/11/2025).
Investigasi polisi mengungkap kondisi tragis yang dihadapi korban. Rumah yang dijadikan tempat berlindung terakhir oleh D ternyata telah disita oleh pihak perbankan. Ketika penyidik memeriksa telepon genggam korban, terungkap betapa beratnya tekanan yang dihadapi wanita tersebut.
“Kami membuka ponsel korban dan menemukan ratusan pesan masuk yang sebagian besar berisi penagihan utang. Ada pesan dari pinjaman online, juga dari tetangga dan teman yang menagih uang,” kata Edison.
“Ini baru terlihat jelas setelah kami membuka komunikasi digital korban dan melakukan konfirmasi dengan suami,” tambah Edison.
Pesan-pesan penagihan tersebut diduga menjadi tekanan psikologis yang sangat berat bagi korban. Dalam beberapa bulan terakhir kehidupannya, D diperkirakan terus-menerus menghadapi intimidasi dan tuntutan dari berbagai pihak yang merasa memiliki piutang.
Edison menduga kuat bahwa D mengalami tekanan mental yang luar biasa akibat jeratan utang yang tidak kunjung bisa diselesaikan. Frustrasi menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan sebagai penyebab korban mengambil keputusan tragis tersebut.
“Ya, kemungkinan besar seperti itu, frustrasi berat. Dari percakapan di ponselnya, hampir semua isinya adalah tuntutan pembayaran utang, masalah pekerjaan, dan tekanan-tekanan lain,” jelasnya.
Pihak keluarga yang telah menerima jenazah D menyatakan menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah. Mereka meminta agar tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
“Keluarga meminta kepada pihak kepolisian agar tidak melakukan otopsi sehingga jenazah bisa segera dimakamkan,” tutup Edison.
Catatan Redaksi
Bagi pembaca yang mengalami tekanan psikologis atau pemikiran untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk menghubungi layanan konseling dan bantuan psikologis yang tersedia, atau berbicara dengan orang terdekat yang dipercaya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















