Wamendagri Dorong Pemda Integrasikan Program KKS dan STBM dalam Perencanaan Daerah

BOGORTODAY.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mengintegrasikan program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran daerah.

Menurutnya, kedua program tersebut merupakan fondasi penting dalam meningkatkan layanan dasar sekaligus membangun lingkungan yang sehat bagi seluruh masyarakat.

“Kementerian Dalam Negeri terus mendukung agar indikator lingkungan sehat terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Selain itu, kita ingin dukungan terhadap KKS dan STBM menjadi bagian dari program dan kegiatan prioritas,” ujar Wiyagus dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Penganugerahan Penghargaan KKS Swasti Saba dan STBM Award 2025 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus memberikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas konsistensinya menyelenggarakan agenda nasional tersebut.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan komitmen Pemda dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Jantung Koroner, Skrining Rutin Jadi Langkah Pencegahan Penting

Menurutnya, program KKS dan STBM memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.

Keduanya merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengatur urusan kesehatan, lingkungan hidup, permukiman, pendidikan, sosial, hingga ketertiban umum.

Lima Pilar STBM Penting untuk Kualitas Kesehatan Masyarakat

Wiyagus juga menyoroti pentingnya penerapan lima pilar STBM yang menjadi dasar perubahan perilaku masyarakat:

1.Stop buang air besar sembarangan (BABS)

2.Cuci tangan pakai sabun

3.Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga

4.Pengelolaan sampah rumah tangga

5.Pengelolaan limbah cair rumah tangga

“Lima pilar STBM merupakan perilaku kunci yang menentukan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dorong Perluasan Intervensi dan Benchmarking Daerah

Kepada daerah yang meraih penghargaan, Wiyagus berharap capaian tersebut dapat menjadi pemantik untuk memperluas intervensi, mulai dari sanitasi, perilaku hidup bersih, hingga pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, bagi daerah yang belum mendapatkan penghargaan, ia mendorong adanya benchmarking ke daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan program KKS dan STBM dengan baik, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA :  ONIC vs Geek Fam Panaskan Final Upper Bracket MPL ID S17, Tiket MSC 2026 Jadi Rebutan

Ia menegaskan bahwa seluruh Pemda harus memastikan indikator lingkungan sehat masuk dalam perencanaan dan penganggaran secara menyeluruh.

Empat Pesan Strategis dari Mendagri

Dalam kesempatan yang sama, Wiyagus menyampaikan empat pesan strategis dari Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yaitu:

1.Mempertahankan dan meningkatkan capaian, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

2.Memperkuat integrasi KKS dan STBM dalam pembangunan di daerah.

3.Mengoptimalkan data dan teknologi informasi, termasuk sistem informasi pemerintah dan pelaporan berbasis komunitas.

4.Menjadikan gerakan hidup bersih dan sehat sebagai budaya di setiap lapisan masyarakat.

Komitmen Bersama untuk Lingkungan Sehat

Di akhir sambutannya, Wiyagus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi agar tidak ada warga yang tertinggal dalam akses terhadap lingkungan sehat.

Menurutnya, program KKS dan STBM memiliki nilai moral yang harus dijaga.

“Kabupaten/kota sehat bukan hanya predikat, tetapi janji dan komitmen kepada rakyat,” tegasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================