
Ke depan, pemerintah berencana menghimpun arsip yang tersebar di perusahaan film, industri periklanan, dan para pemilik hak cipta, untuk membangun sistem arsip nasional yang lebih terorganisir.
Fadli juga mendorong pembangunan museum film nasional yang representatif — bukan hanya sebagai ruang penyimpanan, tetapi juga pusat edukasi bagi masyarakat.
JAFF sebagai Ruang Transfigurasi Budaya
Di akhir sambutan, Fadli menyampaikan harapannya agar JAFF terus menjadi ruang transformasi budaya.
“Semoga JAFF terus menjadi ruang transfigurasi budaya, tempat di mana pengetahuan menjelma menjadi kebijaksanaan, kreativitas menjadi inspirasi, dan keberagaman memperkuat solidaritas antarbangsa,” ujarnya.
JAFF: Lahirkan SDM Perfilman Baru
Festival Founder JAFF, Garin Nugroho, turut menegaskan bahwa keberadaan festival seperti JAFF menjadi ekosistem penting bagi lahirnya tenaga ahli teknis dan organisasi film, seperti kurator, programmer, dan pengelola festival.
“JAFF bertransformasi menjadi ruang lahirnya sumber daya manusia baru yang mampu berorganisasi dan berdialog dengan komunitas film Asia,” kata Garin.
Sementara itu, Direktur JAFF Ifa Isfansyah menyoroti pentingnya pengarsipan film sebagai artefak budaya bangsa.
“Kita ingin memastikan karya-karya tersebut dapat diakses oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Hadirnya Tokoh Nasional dan Internasional
Pembukaan JAFF juga dihadiri berbagai tokoh penting antara lain:
•Dubes Prancis untuk Indonesia Fabien Penone
•Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra
•Direktur Film, Animasi & Video Kemenparekraf Doni Setiawan
•Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo
•Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti
•Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno
•Director General Japan Foundation Inami Kazumi
•Senior VP Government Affairs Asia Pacific MPA Trevor Fernandes
•CEO GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini
•Bupati Sleman Harda Kiswaya
•Ketua LSF RI Naswardi
Dengan penyelenggaraan tahun ke-20 dan tema besar Transfiguration, JAFF 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi evolusi sinema Indonesia dan Asia—menegaskan posisi Yogyakarta sebagai pusat dialog budaya melalui film.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















