Tiga Tahun Menghuni Rumah Rapuh, Luthfi Menanti Bantuan

Rumah rapuh
Kondisi rumah Luthfi Muhtadi (41) yang hampir ambruk di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Hujan bagi sebagian orang identik dengan kesejukan. Namun, bagi Luthfi Muhtadi (41), warga Kampung Kedung Umpal, Kabupaten Bogor, setiap tetes air justru mengundang rasa waswas. Atap rumahnya yang rapuh kerap bocor, sementara rangka bangunan tampak makin melemah ditelan usia.

Luthfi, seorang kepala keluarga sekaligus penyandang disabilitas, sudah bertahun-tahun hidup dengan kondisi rumah yang jauh dari layak. Ia tinggal bersama istri dan anak-anaknya di bangunan sederhana yang menurutnya mulai mengalami kerusakan sejak ia menikah. Tiga tahun terakhir, kerusakan itu makin parah.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

“Kalau hujan, anak dan istri bisa tidur. Saya yang jarang tidur,” katanya, Senin (2/12/2025).

“Hujan sedikit saja sudah bocor. Khawatir banjir, apalagi sekarang musim hujan,” tambahnya.

Keadaan rumah yang terus memburuk membuat Luthfi mencoba berbagai cara untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan menanyakan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Namun, ia belum mendapat kepastian mengenai jadwal realisasi program tersebut.

BACA JUGA :  SpongeBob SquarePants Hadir dengan Musim Ke-17, Petualangan di Bikini Bottom Berlanjut pada 2026

“Katanya program Rutilahu 2026. Tapi bulannya kapan, tanggalnya kapan, belum tahu. Baru mengajukan enam unit, yang cair cuma tiga,” ujarnya.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================