Sinergi Pusat dan Daerah: Wabup Ade Ruhandi dan Menteri BKKBN Tinjau Lokasi Stunting di Sukaraja dan Nagrak

Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus bekerja kolaboratif dan terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan, DKPP, dan SKPD lainnya.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa angka stunting di Indonesia terus menunjukkan perbaikan, termasuk di Kabupaten Bogor.

“Di Indonesia sedikit turun, dari 19,8 dan kini sudah di angka delapan. Ini di bawah rata-rata nasional karena jumlah penduduknya besar. Target tahun ini 18, dan tahun 2029 harus turun mencapai 14,” ungkapnya.

BACA JUGA :  DPRD Kabupaten Bogor Perketat Pengawasan Usaha di Cijeruk dan Cigombong

Wihaji juga menegaskan pentingnya percepatan penanganan stunting melalui program-program yang tidak membebani masyarakat. Program genting harus dijalankan secara sederhana dan tepat sasaran.

“Jika ada yang membutuhkan, maka kita hadir untuk membantu. Itulah esensi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tanpa persyaratan rumit, tanpa sertifikat, yang terpenting adalah bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

BACA JUGA :  MENJAGA AKIDAH ISLAM DI TENGAH BERAGAM ARUS PEMIKIRAN KEISLAMAN

Melalui kegiatan ini, pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat kolaborasi guna mempercepat pencapaian target penurunan stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bogor.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================