
8.Depresi
9.Hipertensi
10.Dislipidemia (kolesterol tinggi)
11.Overweight atau obesitas
12.Diabetes tipe 2
Makalah kedua dalam seri The Lancet menekankan pentingnya kebijakan global untuk mengatur UPF, sementara makalah ketiga menyerukan mobilisasi respons kesehatan masyarakat untuk menekan konsumsi UPF yang kini mendominasi pola makan banyak negara.
Cara Mengurangi Konsumsi UPF
Ahli gizi Monique Richard, MS, RDN, LDN, menjelaskan bahwa mengurangi UPF tidak harus dilakukan secara drastis.
Menurutnya, langkah pertama adalah memahami kondisi diri sendiri—akses, kemampuan memasak, hingga kebiasaan makan.
Berikut beberapa langkah yang disarankan:
1. Terapkan prinsip “tambah dulu, baru kurangi”
Tambahkan makanan padat nutrisi seperti buah utuh, kacang-kacangan, atau sayuran. Dengan bertambahnya makanan sehat, konsumsi UPF akan berkurang secara alami.
2. Ganti dengan pilihan yang sedikit lebih sehat
•Air dengan irisan buah sebagai pengganti soda
•Bubuk lemon atau lime sebagai penambah rasa tanpa gula
•Pilih protein minim proses seperti ayam panggang, tahu, yogurt, atau kacang-kacangan
3. Pilih metode memasak yang lebih baik
Hindari gorengan tepung dan pilih makanan yang dipanggang atau dibakar.
4. Masak lebih sering di rumah
Tidak perlu rumit—bahkan satu kali makan rumahan dalam sehari sudah memberi manfaat besar.
Studi menunjukkan bahwa kebiasaan memasak dan makan bersama keluarga berdampak positif terhadap kesehatan jangka panjang.
Peningkatan konsumsi UPF adalah fenomena global yang mengancam kesehatan masyarakat.
Temuan The Lancet memberikan bukti kuat bahwa UPF terkait dengan berbagai penyakit kronis.
Upaya mengurangi konsumsi UPF tak harus ekstrem; langkah kecil seperti menambah makanan segar, mengganti pilihan yang lebih baik, dan memasak sederhana di rumah dapat menjadi awal untuk pola makan yang lebih sehat.
Dengan kesadaran dan perubahan bertahap, masyarakat dapat membangun pola makan yang kembali berfokus pada makanan utuh dan minim proses.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















