Rusia Resmi Blokir Roblox, Tuduh Sebarkan Konten Ekstremis dan Propaganda LGBT

Roblox juga menekankan komitmennya dalam menjaga keselamatan pemain dengan menyebut bahwa platform tersebut sudah dilengkapi berbagai langkah keamanan proaktif dan preventif untuk mencegah konten berbahaya.

“Kami memiliki serangkaian langkah keamanan yang kuat untuk menangkap dan mencegah konten berbahaya di platform kami,” tambahnya.

Bukan Pemblokiran Pertama untuk Roblox

Pemblokiran oleh Rusia bukanlah kasus pertama yang menimpa Roblox. Pada Oktober 2025, Irak juga menutup akses ke platform tersebut.

BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Pemerintah Irak saat itu menilai Roblox berpotensi mengancam keselamatan anak-anak karena:

•Memungkinkan komunikasi langsung antar pemain,

•Membuka peluang eksploitasi atau pemerasan daring,

•Mengandung konten yang bertentangan dengan nilai sosial dan budaya setempat.

Keputusan Irak menambah perhatian internasional terhadap konten dan keamanan platform game yang banyak digandrungi anak-anak dan remaja ini.

Pemblokiran Roblox oleh Rusia menyoroti kekhawatiran sejumlah negara terhadap keamanan digital anak.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Meskipun Roblox menegaskan keberadaan sistem keamanan yang ketat, beberapa pemerintah tetap memandang platform tersebut berisiko.

Langkah Rusia dan Irak dapat berdampak signifikan bagi pengguna di negara tersebut serta menimbulkan pertanyaan global tentang batas antara kebebasan berekspresi dan perlindungan anak di ruang digital.

Roblox sendiri hingga kini belum memberikan respons tambahan terkait potensi langkah pemulihan akses di wilayah yang terkena blokir.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================