BOGORTODAY.COM – Pemerintah Rusia resmi memblokir akses ke platform game populer Roblox, dengan alasan bahwa permainan tersebut memuat konten ekstremis serta propaganda LGBT.
Keputusan ini diumumkan oleh Roskomnadzor, lembaga pengawas komunikasi, teknologi informasi, dan media massa Rusia, pada Rabu (3/12/2025).
Pemblokiran ini menambah panjang daftar platform digital yang dibatasi di Rusia karena dianggap mengandung konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai negara.
Alasan Pemblokiran Roblox
Roskomnadzor menyebut bahwa Roblox dipenuhi konten yang dianggap berbahaya bagi anak-anak.
Menurut mereka, berbagai dunia virtual dan interaksi dalam game dapat:
•Menghambat perkembangan spiritual dan moral anak,
•Menyebarkan konten tidak pantas, termasuk ekstremisme,
•Mengandung unsur propaganda LGBT.
Lembaga tersebut menilai langkah pemblokiran perlu dilakukan untuk melindungi generasi muda Rusia.
Tanggapan Resmi Roblox
Menanggapi keputusan itu, juru bicara Roblox Corporation menyampaikan pernyataan melalui email yang dikutip Reuters, Kamis (4/12/2025).
Dalam pernyataannya, Roblox menegaskan bahwa mereka menghormati hukum setiap negara tempat mereka beroperasi.
“Kami menghormati hukum dan peraturan setempat di negara tempat kami beroperasi dan percaya bahwa Roblox menyediakan ruang positif untuk pembelajaran, kreasi, dan koneksi yang bermakna bagi semua orang,” ujar juru bicara tersebut.
Roblox juga menekankan komitmennya dalam menjaga keselamatan pemain dengan menyebut bahwa platform tersebut sudah dilengkapi berbagai langkah keamanan proaktif dan preventif untuk mencegah konten berbahaya.
“Kami memiliki serangkaian langkah keamanan yang kuat untuk menangkap dan mencegah konten berbahaya di platform kami,” tambahnya.
Bukan Pemblokiran Pertama untuk Roblox
Pemblokiran oleh Rusia bukanlah kasus pertama yang menimpa Roblox. Pada Oktober 2025, Irak juga menutup akses ke platform tersebut.
Pemerintah Irak saat itu menilai Roblox berpotensi mengancam keselamatan anak-anak karena:
•Memungkinkan komunikasi langsung antar pemain,
•Membuka peluang eksploitasi atau pemerasan daring,
•Mengandung konten yang bertentangan dengan nilai sosial dan budaya setempat.
Keputusan Irak menambah perhatian internasional terhadap konten dan keamanan platform game yang banyak digandrungi anak-anak dan remaja ini.
Pemblokiran Roblox oleh Rusia menyoroti kekhawatiran sejumlah negara terhadap keamanan digital anak.
Meskipun Roblox menegaskan keberadaan sistem keamanan yang ketat, beberapa pemerintah tetap memandang platform tersebut berisiko.
Langkah Rusia dan Irak dapat berdampak signifikan bagi pengguna di negara tersebut serta menimbulkan pertanyaan global tentang batas antara kebebasan berekspresi dan perlindungan anak di ruang digital.
Roblox sendiri hingga kini belum memberikan respons tambahan terkait potensi langkah pemulihan akses di wilayah yang terkena blokir.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















