PELAJAR YANG HATINYA SELALU TERPAUT DENGAN MASJID

MASJID
Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

JIKA orang tua hatinya terpaut ke masjid itu sudah wajar dan biasa. Ya karena orang tua sudah pengalaman ilmu dan hidup, lagi pula sudah mau persiapan bekal untuk menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ini anak muda yang notabene belum pengalaman hidup dan biasanya, anak muda itu tidak jauh-jauh dari dunia hura-hura, fun, santai dan seenaknya sendiri.

Dengan kata lain, anak muda itu jauh dari masjid dan ini terbukti, saat shalat berjamaah di masjid, kebanyakan orang tua dan sedikit anak mudanya.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Pelajar yang hatinya selalu terpaut di masjid, harusnya pelajar ini menerapkan ilmunya selama di masjid dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di sekolah yaitu:

1.⁠ ⁠Jika kita mau shalat harus berwudu dulu. Maka kebiasaan wudu ini kita teruskan di luar masjid, atau kita harus jaga wudu.  Jika kita batal wudu, kita wudu lagi, atau selalu jaga wudu, meski tidak saat shalat.

Dengan jaga wudu, maka kita selalu menjaga kebersihan hati dan fisik.Dengan selalu menjaga wudu, dari segi kebersihan hati, minimal akan hati-hati jika berbicara. Ya dengan jaga wudu, akan terhindar dari saling membully, memfitnah, menggibah, perkataan jorok, kasar dan perkataan yang tidak ada manfaatnya.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Sementara dengan jaga wudu, maka dari segi keberdihan fisik, pelajar ini akan berpenampilan rapi, wangi,  dan smard. Pelajar ini jika ada jadwal piket, maka akan melaksanakan dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab.

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================