
“Karena itu, kajian geologi, kestabilan lereng, dan analisis curah hujan menjadi dasar penanaman. Prinsip ini diterapkan dengan baik oleh EIGER Adventure Land. Bersama Prof. Tukirin dan Rachmat Fajar Lubis dari BRIN, kami menyusun zonasi tanaman yang mampu menahan air sekaligus mencegah bencana,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Roby Rohyadi, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis sains sangat penting diterapkan.
“EIGER telah melakukan langkah sesuai rekomendasi KLH, terutama dalam pengelolaan run-off dan pemulihan vegetasi. DLH Kabupaten Bogor akan memastikan pembinaan lingkungan yang terukur dan berbasis sains agar rehabilitasi kawasan benar-benar efektif mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Sementara itu, pakar botani dan ekologi hutan tropis Prof. Tukirin Partomihardjo menilai kawasan tersebut berpotensi menjadi pusat konservasi dan edukasi. “Pengembangan EIGER Adventure Land diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat kepedulian lingkungan dengan melestarikan pohon-pohon langka melalui pembangunan arboretum. Ini peluang besar untuk edukasi generasi muda,” katanya.
Direktur Utama EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya, menyebut kegiatan ini sebagai simpul penting dari proses pemulihan kawasan yang telah dijalankan. “Inilah titik di mana langkah-langkah kecil yang kita mulai akhirnya bertemu. Dari setiap penanaman, hari ini kita merangkainya menjadi satu harapan: bahwa pemulihan alam adalah komitmen yang akan terus tumbuh bersama. Kolaborasi inilah yang memperkuat masa depan kawasan hulu,” ujarnya.
Dengan komitmen ilmiah, kolaboratif, dan berkelanjutan, EIGER Adventure Land menegaskan langkah menuju ekowisata berkelanjutan yang tidak hanya menawarkan pengalaman alam, tetapi juga memulihkan fungsi ekologis kawasan Puncak. Melalui pendekatan pentaheliks bersama pemerintah, akademisi, pakar, komunitas, media, dan sektor swasta, pemulihan kawasan hulu diharapkan memberi dampak nyata bagi mitigasi bencana—untuk negeri, untuk bumi, dan untuk masa depan generasi.*
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















