Jangan Sembarangan Menyimpan Sisa Nasi, Ini Batas Aman dan Risikonya

Bahaya Bacillus cereus pada Nasi

Nasi termasuk makanan berisiko tinggi terkontaminasi bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dapat hidup pada spora yang bertahan dari proses pemasakan.

Ketika nasi dibiarkan berada dalam suhu 5°C – 60°C, bakteri tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan racun.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, racun Bacillus cereus tidak selalu hilang meskipun nasi dipanaskan ulang. Inilah yang membuat penyimpanan nasi dalam jangka panjang harus benar-benar diperhatikan.

Lebih Aman Dipindahkan ke Kulkas

BACA JUGA :  MENJAGA AKIDAH ISLAM DI TENGAH BERAGAM ARUS PEMIKIRAN KEISLAMAN

Jika nasi tidak akan segera dimakan dalam beberapa jam ke depan, memindahkannya ke kulkas adalah pilihan yang lebih aman. Namun, proses penyimpanannya pun harus tepat:

  • Masukkan nasi ke wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi makanan lain.
  • Nasi sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi agar lebih cepat dingin.
  • Jangan memasukkan nasi dalam keadaan masih panas ke dalam kulkas.
  • Periksa nasi sebelum dipanaskan kembali.
  • Jika nasi berubah warna, berbau asam, atau terasa aneh, lebih baik dibuang.
BACA JUGA :  Apakah Boleh Olahraga Saat Haid? Ini Penjelasan dan Rekomendasinya

Menyimpan sisa nasi memang praktis dan bisa menghemat waktu serta bahan makanan. Namun, penting untuk memahami batas waktu penyimpanan yang aman dan cara penanganannya agar terhindar dari risiko keracunan pangan.

Jangan lupa selalu memperhatikan suhu penyimpanan, kebersihan wadah, dan kondisi nasi sebelum dikonsumsi kembali.

Dengan cara yang aman dan tepat, sisa nasi dapat tetap dinikmati tanpa merugikan kesehatan. Selamat mencoba menyimpan nasi dengan lebih bijak!

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================