Jangan Sembarangan Menyimpan Sisa Nasi, Ini Batas Aman dan Risikonya

Sisa Nasi
Ilustrasi Nasi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sisa nasi yang masih tersisa di rumah sering kali disimpan untuk keesokan hari. Banyak yang mengandalkan rice cooker untuk menjaga nasi tetap hangat dan siap santap kapan saja.

Namun, tanpa disadari, menyimpan nasi terlalu lama dapat membawa risiko pada kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar.

Kebiasaan membiarkan nasi berjam-jam di dalam rice cooker dianggap praktis. Bahkan, beberapa orang sengaja membiarkannya semalaman untuk dimakan saat sarapan keesokan pagi.

Padahal, kesalahan dalam menyimpan nasi justru berpotensi menyebabkan keracunan makanan.

Berapa Lama Nasi Aman Disimpan di Rice Cooker?

Dilansir dari Chowhound, nasi matang sebenarnya dapat disimpan di rice cooker dengan mode “keep warm” hingga sekitar 12 jam.

Namun ada syarat penting: suhu di dalam rice cooker harus stabil minimal 60°C. Pada suhu tersebut, bakteri dapat dikendalikan sehingga nasi masih aman dikonsumsi.

BACA JUGA :  10 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Tekanan Darah Tinggi

Beberapa rice cooker masa kini juga dilengkapi fitur “extended keep warm” yang memungkinkan nasi tetap hangat hingga 24 jam.

Meskipun begitu, pakar keamanan pangan mengingatkan bahwa semakin lama nasi disimpan, semakin besar perubahan pada tekstur, aroma, dan potensi pertumbuhan bakteri meski suhunya stabil.

Bahaya Bacillus cereus pada Nasi

Nasi termasuk makanan berisiko tinggi terkontaminasi bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini dapat hidup pada spora yang bertahan dari proses pemasakan.

Ketika nasi dibiarkan berada dalam suhu 5°C – 60°C, bakteri tersebut dapat berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan racun.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, racun Bacillus cereus tidak selalu hilang meskipun nasi dipanaskan ulang. Inilah yang membuat penyimpanan nasi dalam jangka panjang harus benar-benar diperhatikan.

Lebih Aman Dipindahkan ke Kulkas

Jika nasi tidak akan segera dimakan dalam beberapa jam ke depan, memindahkannya ke kulkas adalah pilihan yang lebih aman. Namun, proses penyimpanannya pun harus tepat:

  • Masukkan nasi ke wadah tertutup rapat agar tidak terkontaminasi makanan lain.
  • Nasi sebaiknya dibagi dalam beberapa porsi agar lebih cepat dingin.
  • Jangan memasukkan nasi dalam keadaan masih panas ke dalam kulkas.
  • Periksa nasi sebelum dipanaskan kembali.
  • Jika nasi berubah warna, berbau asam, atau terasa aneh, lebih baik dibuang.
BACA JUGA :  Memahami Perbedaan Skizofrenia dan Bipolar: Dua Gangguan Mental yang Sering Disalahartikan

Menyimpan sisa nasi memang praktis dan bisa menghemat waktu serta bahan makanan. Namun, penting untuk memahami batas waktu penyimpanan yang aman dan cara penanganannya agar terhindar dari risiko keracunan pangan.

Jangan lupa selalu memperhatikan suhu penyimpanan, kebersihan wadah, dan kondisi nasi sebelum dikonsumsi kembali.

Dengan cara yang aman dan tepat, sisa nasi dapat tetap dinikmati tanpa merugikan kesehatan. Selamat mencoba menyimpan nasi dengan lebih bijak!

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================