
BOGORTODAY.COM – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terus mendorong kemandirian usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat desa mitranya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Program tersebut dilakukan dengan pendampingan serta pelatihan keterampilan berbasis keberlanjutan.
Salah satu program yang berjalan adalah peternakan Jangkrik BOS di desa mitra Kompleks Pabrik Citeureup. Program pemberdayaan masyarakat ini fokus pada budidaya jangkrik secara terstruktur, mulai dari pelatihan teknis, penyediaan sarana budidaya, pendampingan berkala, hingga pemasaran.
Kepala Departemen SCR Indocement Noviandy mengatakan, pembinaan UMKM tidak sekadar memberikan bantuan finansial. Yang terpenting, kata dia, adalah membangun kepercayaan diri pelaku usaha dalam dunia bisnis.
“Kita itu pembina UMKM tidak sekadar memberi bantuan. Kadang ada orang kasih uang, lalu lepas. Yang penting yang kita lakukan adalah (membangun) rasa percaya diri dia dalam dunia bisnis,” ujar Noviandy, Kamis (11/12/2025).
Untuk itu, Indocement mengikutsertakan para pelaku UMKM dalam berbagai pameran dan acara guna meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Manfaatkan lahan reklamasi
Program peternakan jangkrik memanfaatkan lahan reklamasi pascatambang dan ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekitar pabrik.
Salah satu peternak yang mengalami kemajuan adalah Suhada, warga Kampung Parigi RT 03 RW 02 Desa Hambalang, Kabupaten Bogor. Dia memiliki sembilan jodag atau kandang jangkrik yang menampung bibit telur jangkrik sebanyak 3 kilogram. Setiap 1 kg telur menghasilkan panen 100-150 kg jangkrik. Omzet yang didapat setiap kali panen mencapai Rp 9 juta-Rp 10 juta.
Berdasarkan perhitungan, program ini memiliki nilai Social Return On Investment (SROI) mencapai 2,23. Artinya, setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp 2,23.
Pendampingan legalitas hingga sertifikasi
Contoh lain keberhasilan program CSR Indocement adalah UMKM Mamanaa Cake & Bakery milik Apriana di Desa Citeureup. Usaha toko kue dan roti ini telah dirintis sejak 2017.
Indocement melakukan pendampingan sehingga UMKM ini memiliki legalitas usaha, perizinan, serta sertifikasi produk yang lengkap dan sesuai aturan yang berlaku, termasuk sertifikasi halal.
“Kita coba dorong terus. Kita dari perusahaan hanya bisa mendorong sesuai dengan kemampuan dia,” kata Noviandy.
Selain itu, Indocement mendampingi usaha tersebut agar memiliki kemasan yang lebih baik dan mendorong pengelolaan limbah produksi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkannya untuk pembuatan kompos.
Noviandy menjelaskan, bantuan yang diberikan bukan berupa uang, melainkan mesin produksi. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat bertanggung jawab memaksimalkan penggunaan mesin tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha mereka.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















