BOGORTODAY.COM – Penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring bertambahnya pengguna, kebutuhan akan fasilitas pengisian daya yang mudah dan aman pun makin mendesak.
Salah satu solusi yang kini banyak dipilih adalah home charging, pengisian daya mobil listrik yang bisa dilakukan langsung di rumah. Dengan layanan ini, pengguna tidak perlu lagi bergantung pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Meski praktis, proses pengisian daya mobil listrik tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada standar keamanan, kapasitas listrik, dan jenis charger tertentu yang harus dipenuhi agar pengisian berjalan efisien dan bebas risiko.
Karena itu, memahami sistem home charging menjadi hal penting bagi para pemilik kendaraan listrik, terutama pengguna baru.
Mengapa Home Charging Penting?
Home charging menawarkan banyak keuntungan, seperti kemudahan, efisiensi biaya, dan fleksibilitas waktu. Pemilik kendaraan bisa mengisi daya kapan saja—bahkan saat tidur—tanpa harus keluar rumah.
Namun, kenyamanan ini baru bisa dirasakan jika instalasinya memenuhi standar. Kesalahan pemasangan atau kapasitas daya yang tidak memadai dapat memicu korsleting, trip listrik, hingga kerusakan pada baterai mobil.
Selain aspek keamanan, pengisian di rumah juga membantu pengguna lebih hemat dalam jangka panjang dan memperpanjang usia baterai kendaraan.
Perhatikan Kapasitas Listrik Rumah
Sebelum memasang charger, pastikan kapasitas listrik rumah sudah mencukupi. PLN merekomendasikan minimal 7.700 VA untuk pengisian mobil listrik.
Dengan kapasitas tersebut, proses charging dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pemakaian listrik sehari-hari seperti AC, kulkas, mesin cuci, atau alat elektronik lainnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















