Makna di Balik Nama Nurul Wathon untuk Masjid Raya Pakansari

Nurul Wathon
Pekerja menyelesaikan tahap akhir pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon di kawasan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Masjid yang tengah disiapkan sebagai ikon baru daerah itu masih dalam proses penyempurnaan, Jumat (12/12/2025). Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Penetapan nama Nurul Wathon untuk Masjid Raya Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bukan sekadar keputusan administratif. Di balik nama itu tersimpan tafsir sejarah, aspirasi keagamaan, dan harapan akan jati diri daerah.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut proses lahirnya nama tersebut melibatkan perbincangan panjang dengan para ulama serta organisasi Islam yang memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Bogor.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Masjid yang berdiri di jantung ibu kota kabupaten ini sejak awal digagas sebagai ruang publik keagamaan yang merepresentasikan identitas daerah. Karena itu, pemilihan nama dianggap tidak bisa dilakukan secara serampangan. Rudy mengatakan, sejumlah tokoh agama memberikan berbagai pertimbangan sebelum akhirnya menyepakati usulan Nurul Wathon.

“Kami menerima saran dari para kiai, ulama, organisasi Islam, dan Majelis Ulama Indonesia,” kata Rudy, Jumat (12/12/2025).

BACA JUGA :  Kentang: Sumber Karbohidrat Sehat yang Padat Nutrisi dan Cocok sebagai Pengganti Nasi

Dalam bahasa Arab, Nurul Wathon berarti “cahaya negeri”. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, makna tersebut juga bersinggungan dengan frase lama yang dipegang para pendahulu, kuta udaya wangsa, pusat kebangkitan bangsa.

Menurut Rudy, hubungan antara istilah itu dan penamaan masjid memperlihatkan upaya mengikat warisan sejarah dengan aspirasi masa kini.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================