BOGORTODAY.COM – Mengonsumsi makanan sisa atau makanan bekas kemarin kerap menjadi pilihan banyak orang. Alasannya beragam, mulai dari menghemat waktu dan biaya, hingga keinginan mengurangi pemborosan makanan.
Meski terlihat masih layak santap dan rasanya tidak berubah, tidak semua makanan sisa aman untuk dikonsumsi kembali.
Faktanya, beberapa jenis makanan sisa justru memiliki risiko bahaya yang cukup besar jika dimakan ulang. Bahkan, risikonya disebut-sebut lebih tinggi dibandingkan mengonsumsi ayam mentah.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang sebaiknya dihindari ketika sudah disimpan semalaman atau lebih.
Berikut lima makanan sisa yang sebaiknya tidak dikonsumsi kembali karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan:
1. Nasi sisa
Nasi sisa menjadi salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi ulang. Namun, nasi yang telah dimasak dan dibiarkan terlalu lama berisiko terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.
Bakteri ini membentuk spora yang tahan panas, sehingga proses pemanasan ulang tidak selalu mampu membunuhnya. Jika nasi sisa dikonsumsi, bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare.
2. Pasta sisa
Pasta sisa memiliki risiko yang hampir sama dengan nasi. Olahan biji-bijian seperti pasta juga rentan terkontaminasi Bacillus cereus, terutama jika dibiarkan di suhu ruang terlalu lama sebelum disimpan di kulkas.
Kasus serius pernah terjadi ketika seorang pria berusia 20 tahun meninggal dunia setelah mengonsumsi spaghetti dengan saus tomat yang telah dimasak lima hari sebelumnya dan disimpan di dapur pada suhu ruang.
Setelah dikonsumsi, ia mengalami sakit kepala, sakit perut, mual, dan muntah. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasta tersebut mengandung Bacillus cereus dalam jumlah besar.
3. Sayuran matang
Sayuran yang telah dimasak sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Kondisi tersebut menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri berbahaya, salah satunya Clostridium perfringens.
Bakteri ini mampu menghasilkan racun dan membentuk spora yang tahan terhadap panas, termasuk saat proses memasak atau pemanasan ulang.
Contohnya kentang yang sudah dimasak. Jika dibiarkan lembap di suhu ruang, kentang sangat rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Para ahli menyarankan sisa makanan segera didinginkan atau disimpan di kulkas maksimal satu hingga dua jam setelah dimasak.
4. Jamur sisa
Jamur termasuk bahan makanan yang sangat sensitif setelah dimasak. Jika jamur sisa tidak segera disimpan di dalam kulkas atau terlalu lama berada di suhu ruang, struktur proteinnya dapat berubah.
Perubahan ini dapat mengaktifkan enzim dan bakteri yang membuat jamur menjadi tidak aman untuk dikonsumsi kembali.
Pada 1989, pernah terjadi wabah keracunan makanan di Amerika akibat bakteri stafilokokus yang ditemukan pada jamur kalengan asal China. Hampir 100 orang dilaporkan terpapar, dan sebagian harus menjalani perawatan. Uji laboratorium menemukan enterotoksin stafilokokus yang bersifat sangat tahan panas.
5. Sayuran hijau yang sudah dicuci
Sayuran hijau memang kaya manfaat, tetapi perlu penanganan ekstra. Banyak orang mengira sayuran hijau yang sudah dicuci aman dikonsumsi kapan saja. Padahal, sayuran hijau merupakan salah satu sumber paling umum wabah penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Bakteri seperti E. coli dapat menempel dan masuk ke dalam jaringan sayuran, sehingga sulit dihilangkan hanya dengan satu kali pencucian. Jika sayuran hijau sudah dicuci dan disimpan, sebaiknya dicuci ulang sebelum dikonsumsi atau diolah kembali.
Mengonsumsi makanan sisa memang praktis, tetapi tetap harus mengutamakan keamanan. Menyimpan makanan dengan benar dan mengetahui jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan ulang dapat membantu mencegah risiko keracunan dan menjaga kesehatan tubuh.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















