Kurang Tidur Bisa Picu Penyakit Serius, Ini Dampaknya pada Tubuh dari Hari ke Hari

Tidak tidur semalaman mungkin masih bisa ditoleransi tubuh. Namun, jika berlangsung beberapa hari, tubuh akan memberikan respons sebagai tanda membutuhkan istirahat serius. Berikut dampak kurang tidur berdasarkan durasinya:

  1. 1 Hari (24 Jam)

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), begadang selama 20–25 jam dapat menurunkan fokus dan kinerja setara dengan kondisi kadar alkohol dalam darah 0,10 persen. Kondisi ini sudah termasuk berbahaya dan sebaiknya menghindari mengemudi atau aktivitas berisiko.

Gejala lain yang muncul antara lain mengantuk di siang hari, pikiran terasa kabur, perubahan suasana hati, sulit fokus, gemetar, otot tegang, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran.

  1. 1,5 Hari (36 Jam)

Setelah 36 jam tanpa tidur, tubuh akan meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Dampaknya meliputi perubahan suasana hati, nafsu makan, peningkatan stres, menggigil, hingga perubahan suhu tubuh.

Selain itu, asupan oksigen ke tubuh dapat menurun. Akibatnya, terjadi penurunan memori, energi, motivasi, dan kemampuan berkonsentrasi. Kesulitan berpikir, mengambil keputusan, berbicara dengan jelas, serta rasa kantuk ekstrem juga sering muncul.

  1. 2 Hari (48 Jam)
BACA JUGA :  Disegel Kejagung, Gudang Motor Listrik BGN di Sentul Bogor Terpantau Aktif

Tidak tidur selama 48 jam membuat tubuh terasa sangat lelah dan sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu. Sistem kekebalan tubuh pun ikut terpengaruh, sehingga kemampuan melawan penyakit menurun.

Pada tahap ini, seseorang juga berisiko mengalami microsleep, yakni kehilangan kesadaran singkat selama beberapa detik hingga setengah menit tanpa disadari, yang bisa sangat berbahaya.

  1. 3 Hari (72 Jam)

Setelah 72 jam tanpa tidur, seseorang akan kesulitan fokus dalam percakapan, pekerjaan, bahkan dalam berpikir. Aktivitas sederhana bisa terasa sangat berat.

Kelelahan ekstrem sering disertai peningkatan detak jantung, perasaan depresi, kecemasan, hingga paranoia. Persepsi terhadap realitas juga bisa terganggu, memicu ilusi dan halusinasi.

  1. 4 Hari (96 Jam)
BACA JUGA :  Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

Jika seseorang tidak tidur selama 96 jam, efek samping akan semakin memburuk. Halusinasi menjadi lebih sering, paranoia meningkat, dan gejala psikosis bisa muncul hingga menyebabkan putusnya hubungan dengan realitas.

Risiko kecelakaan, terutama saat mengemudi atau melakukan pekerjaan berbahaya, meningkat tajam.

  1. Lebih dari 4 Hari

Tidak tidur lebih dari 72–96 jam tergolong sangat berbahaya. Kondisi ini dapat berdampak serius pada otak dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada sebagian kasus, kurang tidur ekstrem dapat mengancam jiwa karena fungsi otak menurun drastis dan berisiko menyebabkan kegagalan organ.

Pentingnya Tidur Cukup

Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan kebutuhan biologis yang vital. Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, orang dewasa dianjurkan tidur cukup setiap malam. Jika mengalami kesulitan tidur berkepanjangan, segera konsultasikan dengan tenaga medis atau profesional kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================