
BOGORTODAY.COM – Pengamat kebijakan publik Yusfitriadi mengungkapkan, Kabupaten Bogor telah kehilangan hutan seluas 3.500 hektare akibat deforestasi dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir.
Berdasarkan data yang dimilikinya, deforestasi di Kabupaten Bogor terjadi sejak 2011 hingga 2020 dengan luas mencapai 3.500 hektare. Jika dirata-ratakan, hilangnya hutan mencapai 300 hektare per tahun.
“Selama sembilan tahun, hutan di Kabupaten Bogor mengalami deforestasi sampai 2.000 hektare. Itu ditambah 1.500 hektare. Sampai hari ini kita kehilangan 3.500 hektare hutan,” kata Yusfitriadi, Kamis (18/12/2025).
Yusfitriadi menjelaskan, deforestasi yang memicu bencana alam tersebut dipicu oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah alih fungsi lahan di ruang terbuka hijau yang terjadi secara masif. Kebun beralih fungsi menjadi perumahan, sawah menjadi pabrik, hingga halaman rumah menjadi kontrakan dan beton.
“Sekarang alih fungsi lahan itu gila-gilaan. Semua pengurangan lahan terbuka itu adalah faktornya, salah satunya alih fungsi lahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, dengan hilangnya ribuan hektare hutan, Kabupaten Bogor berpotensi besar mengalami bencana ekologi seperti yang terjadi di Sumatera. Menurutnya, wilayah tersebut sudah tidak mampu menampung intensitas curah hujan tinggi yang pada akhirnya mengakibatkan bencana.
“Jangan sampai fenomena bencana ekologi yang terjadi di Sumatera terjadi juga di Bogor. Bukan hal mustahil,” katanya.
Yusfitriadi menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai menutup mata terhadap fenomena deforestasi. Ia juga mempertanyakan sikap para pegiat lingkungan yang masih bungkam melihat kondisi tersebut.
“Saya pikir tidak ada alasan kita tidak menyuarakan itu, karena itu menyangkut nasib kita dan keberlangsungan semua aktivitas umat manusia khususnya,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















