
Ia menyebut, EBP bahkan meminta dirinya datang ke rumah untuk menyaksikan kematiannya. Permintaan itu, menurut T, disampaikan dengan nada tergesa-gesa.
“Dia bilang sudah chatnya, lalu seperti terburu-buru ingin mati. Saya kira dia tidak serius. Dia minta saya datang,” ujar T.
Setelah komunikasi terputus sekitar pukul 05.00 WIB, T tidak langsung mendatangi rumah EBP. Ia baru datang pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, dengan maksud memastikan kondisi EBP sekaligus mengembalikan ponsel milik korban dan mengambil ponsel miliknya sendiri.
Sesampainya di rumah EBP, T sempat berkeliling untuk mencari keberadaan kekasihnya. Ia mengecek kamar tidur, dapur, hingga kamar mandi.
“Saya masuk rumah untuk mengambil ponsel saya dan mengembalikan ponselnya. Saya cari ke dapur dan kamar mandi. Awalnya ke kamarnya, lalu ke dapur. Di situ saya melihat dia di pintu kamar mandi,” katanya.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang. Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian EBP serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















