
“Kita ubah yang tadinya merupakan ancaman menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pembantu lalu lintas,” ujarnya.
Kebijakan ini mendapat dukungan dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Para joki yang direkrut akan memperoleh insentif dan makan dari sejumlah hotel di kawasan Puncak.
Whika menyebut, PHRI menilai keberadaan relawan pengatur lalu lintas ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia usaha perhotelan. Pasalnya, kemacetan di kawasan Puncak berpotensi menurunkan tingkat okupansi hotel.
“Apabila kawasan Puncak dikenal karena macet, otomatis itu akan berimbas pada okupansi hotel tersebut,” katanya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














