
BOGORTODAY.COM – Tiga hari penuh, kawasan CIGWA di Kabupaten Bogor menjadi arena unjuk bakat ratusan pelajar. CIGWA Festival 2025 yang digelar 19-21 Desember ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya sistematis membentuk karakter generasi muda melalui seni, olahraga, dan pendidikan lingkungan.
Festival yang dihelat kedua kalinya ini mengusung tema “Petualangan Dunia Hijau“, mengajak peserta dari tingkat SD hingga SMP untuk mengeksplorasi kreativitas sambil mengenal isu lingkungan hidup.
Ketua Panitia Pelaksana CIGWA Festival 2025 Rahmat Taufik menjelaskan, keberhasilan festival tidak lepas dari sinergi tiga pihak, manajemen CIGWA, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor.
“Kita bekerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas pariwisata. Ini menjadi salah satu daya tarik mereka. CIGWA juga menyediakan fasilitas rekreasi dengan taman wisatanya,” ujar Rahmat, Jumat (20/12/2025).
Kolaborasi ini menciptakan model festival pendidikan yang integratif. Anak-anak tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mendapat pengalaman rekreasi edukatif yang memperkaya wawasan.
Festival menyelenggarakan lima kategori lomba: mewarnai, renang, baca puisi, tari, dan fashion show. Setiap lomba dirancang dengan kuota terbatas untuk menjaga kualitas kompetisi.
Lomba renang membuka kesempatan bagi maksimal 50 peserta, sementara empat kategori lainnya dibatasi 40 peserta. Pada pelaksanaannya, lomba renang diikuti 38 peserta dan lomba tari 12 peserta—semuanya merupakan perwakilan terpilih dari sekolah-sekolah.
“Mereka perwakilan dari sekolah-sekolah. Jadi yang tampil memang sudah terseleksi,” kata Rahmat.
Pemilihan kategori lomba mencerminkan pendekatan holistik dalam pengembangan talenta. Mewarnai mengasah kreativitas visual, renang melatih fisik dan mental, baca puisi mengembangkan kemampuan verbal, tari melestarikan budaya, dan fashion show menumbuhkan kepercayaan diri.
Apresiasi bagi juara tidak berhenti pada piala atau sertifikat. Juara pertama setiap kategori akan mendapat fasilitas kamar dan uang pembinaan, sebuah investasi jangka panjang untuk pengembangan bakat.
“Peserta yang juara satu diberikan fasilitas kamar dan ada uang pembinaan,” ungkap Rahmat.
Pemberian uang pembinaan menunjukkan komitmen penyelenggara untuk tidak sekadar mencari juara, tetapi membina talenta secara berkelanjutan. Fasilitas kamar, di sisi lain, memberikan nilai tambah bagi peserta dari luar kota untuk menikmati pengalaman menginap di kawasan wisata.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















