
Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)
SEJARAH Hari Ibu berakar pada Kongres Perempuan Indonesia ke 1 pada tahun 1928 di Yogyakarta, yang menjadi momentum lahirnya gerakan perempuan secara nasional. Melalui kongres tersebut, perempuan Indonesia menetapkan arah perjuangan bersama.
Komitmen para perempuan pejuang kala itu mengantarkan Indonesia pada tonggak penting yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Maka jangan anggap enteng peran perempuan Indonesia, ternyata ibu-ibu Indonesia itu dari dulu sampai sekarang adalah para perempuan pejuang banga. Sejak itu, sampai hari ini menjadi pengingat bahwa perempuan telah, sedang, dan akan terus menjadi bagian strategis dalam pembangunan bangsa.
Tahun 2025 ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengusung tema: “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.”
Tema ini menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi motor utama perubahan.
Dan hal ini terbukti sampai sekarang, ibu-ibu Indonesia adalah perempuan pejuang dalam hidup sehari-hari.
Bukankah bapak yang hebat itu karena dibelakangnya ada seorang istri yang hebat. Meski berbeda antara wanita dan pria baik dari segi fisik dan psikis, tapi kadang ibu lebih kuat dibanding seorang bapak.
Penulis melihat sendiri tiap bada sholat subuh ada nenek-nenek yang jualan tempe, setelah itu ada ibu-ibu yang berjualan gorengan. Kemudian penulis berangkat ngajar di pinggir jalan banyak ibu-ibu yang berjualan nasi uduk, sayuran, mengantar buah hati ke sekolah. Dan sampai di sekolah, banyak juga teman-teman guru yang perempuan.
Luar biasa kan bro seorang ibu itu, makanya sekarang ada gerakan dari Kementerian Pendidikan daar dan Menengah untuk mengambil buku raport oleh bapak, karena selama ini yang mengambil buku raport adalah ibu.
Dan puncak kehebatan seorang ibu adalah saat melahirkan, karena melahirkan disebut sebagai jihad bagi wanita dalam Islam karena perjuangannya sangat besar, penuh pengorbanan, dan Allah SWT memberikan pahala luar biasa setara pejuang di jalan-Nya, termasuk pahala jihad dan status syahid jika meninggal saat proses melahirkan, meskipun jenazahnya tetap dimandikan dan dishalatkan.. Rasa sakit persalinan dicatat sebagai pahala, menghapus dosa, dan memperjuangkan kehidupan baru, sehingga proses ini dimuliakan sebagai ibadah.
Selamat Hari Ibu 22 desember pengorbanan, kecintaan dan kasih sayang ibu merawat buah hatinya dari kecil sampai besar tidak bisa tergantikan oleh apapun. Salam yang paling hormat untuk ibu-ibu Indonesia pejuang kehidupan. Jayalah Indonesiaku.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














