Jangan Malas Cuci Motor Saat Musim Hujan, Ini Risiko yang Mengintai

Water spot juga dapat menyerang mika lampu hingga menguning, sehingga mengurangi fungsi pencahayaan dan jarak pandang saat berkendara, terutama di malam hari atau saat hujan deras.

  1. Kampas rem menjadi kurang pakem

Lumpur dan pasir yang terbawa hujan berpotensi menempel pada sistem pengereman. Kotoran yang menumpuk pada kampas rem dapat mengurangi daya cengkeramnya.

Selain itu, kampas yang kotor dapat bergesekan dengan piringan cakram dan menyebabkan keausan lebih cepat, sehingga berisiko menurunkan tingkat keselamatan saat berkendara.

  1. Risiko korsleting pada komponen Listrik
BACA JUGA :  Nissan Pangkas Waktu Pengembangan Mobil hingga Separuh, Andalkan AI dan Belajar dari China

Air hujan yang masuk ke sela-sela motor bisa menyebabkan konektor listrik menjadi lembap. Kondisi ini berisiko memicu korsleting, terutama jika dibiarkan dalam waktu lama.

Dampaknya, motor bisa sulit dinyalakan atau bahkan mati mendadak saat sedang digunakan, yang tentu berbahaya bagi pengendara.

  1. Jok motor berjamur

Jok motor yang basah dan tidak segera dikeringkan dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur akibat kondisi lembap berkepanjangan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, jamur pada jok juga berisiko menyebabkan iritasi atau gangguan kesehatan kulit pengendara.

BACA JUGA :  Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Dukung Program MBG, Fokus pada Gizi dan Generasi Unggul

Demikian sejumlah dampak buruk yang dapat terjadi jika sepeda motor tidak segera dibersihkan setelah terkena hujan. Meski terasa sia-sia, mencuci motor secara rutin saat musim hujan tetap penting untuk menjaga performa, tampilan, dan keamanan kendaraan.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================