Espresso Kembali Naik Daun, Mana yang Lebih Tinggi Kafein: Espresso atau Kopi Seduh?

Espresso
Espresso Kembali Naik Daun, Mana yang Lebih Tinggi Kafein. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Espresso belakangan kembali naik daun. Minuman ini bukan hanya menjadi dasar berbagai racikan kopi kekinian—mulai dari latte hingga espresso martini—tetapi juga digemari karena efek “nendangnya” yang cepat terasa. Ukurannya memang kecil, namun kekuatannya tidak bisa diremehkan.

Lalu, sebenarnya mana yang lebih tinggi kafein: espresso atau kopi seduh biasa?

Apa Itu Espresso?

Melansir Real Simple, espresso adalah kopi pekat yang diseduh dari bubuk kopi halus menggunakan tekanan tinggi. Hasilnya berupa satu sajian kecil berukuran sekitar satu ons atau 30 mililiter, dengan cita rasa kuat dan tekstur khas.

Salah satu ciri utama espresso adalah lapisan crema—buih lembut berwarna keemasan yang muncul di bagian atas minuman. Meski menggunakan biji kopi yang sama dengan kopi seduh, proses pembuatannya membuat espresso terasa lebih intens dan terkonsentrasi.

Menurut data USDA, satu shot espresso (sekitar satu ons) rata-rata mengandung 63 miligram kafein. Namun, jumlah tersebut dapat bervariasi tergantung jenis biji kopi dan metode seduh yang digunakan.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Beberapa jaringan kedai kopi bahkan menyajikan espresso dengan kadar kafein lebih tinggi. Di Starbucks, misalnya, satu shot espresso mengandung sekitar 75 miligram kafein. Dalam satu minuman, jumlah shot pun bisa lebih dari satu, terutama untuk ukuran gelas besar.

Kopi Seduh vs Espresso, Mana Lebih Tinggi Kafein?

Jika dibandingkan berdasarkan volume, espresso jelas unggul. Per ons, espresso mengandung kafein jauh lebih banyak dibandingkan kopi seduh biasa.

Namun, hasilnya berbeda jika dilihat per sajian. Secangkir kopi seduh berukuran delapan ons rata-rata mengandung sekitar 95 miligram kafein. Artinya, meski lebih encer, total kafein dalam satu cangkir kopi seduh bisa lebih tinggi daripada satu shot espresso.

Dengan kata lain, espresso lebih “padat” kafein, tetapi kopi seduh bisa memberikan asupan kafein yang lebih besar karena porsinya lebih banyak.

Batas Aman Konsumsi Kafein

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan asupan kafein harian tidak lebih dari 400 miligram untuk orang dewasa sehat. Jumlah ini setara dengan sekitar empat hingga lima shot espresso atau beberapa cangkir kopi seduh.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Meski begitu, sensitivitas setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Mengonsumsi kafein dalam waktu singkat juga dapat membuat efeknya terasa lebih kuat, terutama jika dikombinasikan dengan sumber kafein lain seperti teh hijau, minuman bersoda diet, atau cokelat hitam.

Cara Menikmati Espresso Selain Diminum Langsung

Espresso tidak selalu harus dinikmati polos. Minuman ini juga lezat sebagai campuran latte, minuman kopi dingin, hingga koktail kopi. Salah satu pilihan menarik adalah espresso slushy, yakni espresso atau kopi kental yang diblender bersama es dan krimer untuk sensasi segar.

Tak memiliki mesin espresso di rumah? Kopi seduh ekstra kuat atau bubuk espresso instan yang diseduh ulang bisa menjadi alternatif praktis untuk berbagai kreasi minuman kopi.

Pada akhirnya, pilihan antara espresso dan kopi seduh kembali pada selera masing-masing. Yang terpenting, nikmati kopi dengan bijak dan perhatikan asupan kafein harian agar tetap aman bagi tubuh.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================