Cara Aman Mengonsumsi Nasi agar Gula Darah Tidak Mudah Naik

BOGORTODAY.COM Nasi merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia dan banyak negara Asia lainnya. Bahkan, bagi sebagian orang, sehari tanpa nasi terasa seperti belum makan sama sekali.

Namun di balik rasanya yang mengenyangkan, nasi putih mengandung karbohidrat sederhana yang dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi tanpa cara yang tepat.

Bagi penderita diabetes atau siapa pun yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, memahami cara mengonsumsi nasi dengan benar menjadi hal penting.

Kabar baiknya, ada beberapa trik sederhana yang bisa diterapkan agar tetap bisa menikmati nasi tanpa khawatir gula darah melonjak.

Berikut beberapa cara aman mengonsumsi nasi agar lebih ramah bagi kadar gula darah:

  1. Biarkan nasi mendingin sebelum dimakan

Nasi yang baru matang dan masih panas memiliki indeks glikemik tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sebaliknya, nasi yang sudah didinginkan mengandung pati resisten lebih tinggi, yang memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.

Sebuah penelitian yang dikutip Business Insider menyebutkan bahwa penderita diabetes tipe 1 yang mengonsumsi nasi dingin mengalami lonjakan gula darah lebih rendah dibandingkan saat mengonsumsi nasi panas. Nasi bisa disimpan di kulkas selama beberapa jam lalu dihangatkan kembali sebelum dikonsumsi.

  1. Padukan nasi dengan lauk bergizi
BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Mengonsumsi nasi bersama lauk kaya protein dan serat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah. Pilih lauk seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, sayuran hijau, atau kacang-kacangan.

Protein dan serat memperlambat proses pencernaan karbohidrat, sehingga gula darah tidak naik secara drastis. Sebaliknya, sebaiknya hindari pendamping nasi yang tinggi gula, lemak jenuh, atau digoreng berlebihan.

  1. Tambahkan minyak kelapa saat memasak

Menambahkan sedikit minyak kelapa saat memasak nasi ternyata bisa membantu menurunkan respons glikemik nasi. Minyak kelapa mengubah struktur pati sehingga lebih sulit dicerna tubuh.

Caranya cukup mudah, yakni menambahkan satu sendok teh minyak kelapa untuk setiap 100–150 gram beras sebelum dimasak. Selain membantu mengontrol gula darah, nasi juga menjadi lebih pulen dan tidak mudah menggumpal.

  1. Atur porsi makan nasi

Selain cara memasak, porsi nasi juga sangat menentukan. Mengonsumsi nasi berlebihan tetap berisiko menaikkan gula darah, meskipun dimasak dengan cara yang lebih sehat.

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Idealnya, porsi nasi berkisar antara sepertiga hingga setengah cangkir nasi matang per sekali makan. Waktu makan juga perlu diperhatikan, sebaiknya tidak mengonsumsi nasi dalam jumlah besar pada malam hari agar tubuh punya cukup waktu mencerna karbohidrat.

  1. Cuci dan masak nasi dengan benar

Cara menyiapkan nasi juga memengaruhi kadar pati di dalamnya. Cucilah beras beberapa kali hingga airnya bening untuk mengurangi pati berlebih. Setelah itu, rendam beras selama 20–30 menit sebelum dimasak.

Saat memasak, gunakan air yang cukup banyak seperti merebus pasta, lalu tiriskan airnya setelah nasi matang. Bilas nasi dengan air dingin untuk menghilangkan sisa pati. Metode ini terbukti dapat menurunkan indeks glikemik nasi.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, Anda tetap bisa menikmati nasi tanpa harus khawatir gula darah melonjak.

Kunci utamanya adalah pengolahan yang tepat, porsi yang terkontrol, serta keseimbangan nutrisi dalam setiap hidangan. Jangan lupa untuk rutin memantau kadar gula darah sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================