Tidur atau Olahraga, Mana yang Lebih Penting untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

BOGORTODAY.COM Tidur cukup dan rutin berolahraga kerap disebut sebagai dua pilar utama gaya hidup sehat. Keduanya sama-sama berperan penting dalam menjaga kebugaran fisik dan mental.

Namun, di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, tak sedikit orang yang kesulitan memenuhi keduanya sekaligus. Lantas, mana yang sebenarnya lebih penting bagi kesehatan: tidur atau olahraga?

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Communications Medicine memberikan gambaran menarik mengenai hubungan antara pola tidur dan aktivitas fisik.

Penelitian ini mengamati bagaimana kualitas tidur malam memengaruhi aktivitas keesokan harinya, serta sebaliknya, bagaimana aktivitas fisik berdampak pada tidur.

Hubungan Tidur dan Aktivitas Fisik

Tidur dan aktivitas fisik sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang dapat membantu meningkatkan kualitas dan durasi tidur. Sebaliknya, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas sering dikaitkan dengan gangguan tidur.

Mengutip laporan dari EatingWell, para peneliti menduga adanya hubungan dua arah antara tidur dan aktivitas fisik. Kurang tidur dapat menurunkan energi dan motivasi untuk bergerak, sementara aktivitas fisik yang cukup diyakini dapat memperbaiki kualitas tidur. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang bervariasi.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Jadi Tantangan Kesehatan Global, Tim Ahli Pantau Potensi Wabah Secara Real-Time

Hasil Studi Skala Besar

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Flinders University, Adelaide, Australia, dengan melibatkan lebih dari 70 ribu orang dewasa. Data dikumpulkan dalam rentang waktu Januari 2020 hingga September 2023.

Para peserta menggunakan sensor tidur yang diletakkan di bawah kasur untuk memantau durasi dan kualitas tidur, serta jam tangan pintar untuk merekam jumlah langkah harian. Dari data tersebut, peneliti menganalisis hubungan antara kualitas tidur malam dan tingkat aktivitas fisik pada hari berikutnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil peserta yang mampu memenuhi rekomendasi tidur dan aktivitas fisik secara bersamaan. Sekitar 12,9 persen orang dewasa tercatat tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam sekaligus melangkah lebih dari 8.000 langkah per hari.

Menariknya, kualitas dan durasi tidur terbukti memiliki pengaruh lebih besar terhadap aktivitas fisik dibandingkan sebaliknya. Peserta yang tidur sekitar enam hingga tujuh jam cenderung lebih aktif keesokan harinya dibanding mereka yang tidur terlalu singkat atau terlalu lama.

BACA JUGA :  6 Kebiasaan Pagi Hari yang Diam-Diam Bisa Memicu Kenaikan Berat Badan

Selain itu, tidur yang lebih nyenyak—ditandai dengan minimnya gangguan di malam hari—berkaitan dengan jumlah langkah yang lebih tinggi pada hari berikutnya. Sebaliknya, peningkatan aktivitas fisik tidak selalu diikuti dengan perbaikan kualitas tidur malam.

Implikasi bagi Gaya Hidup Sehat

Temuan ini menunjukkan bahwa bagi banyak orang, memperbaiki kualitas tidur bisa menjadi kunci untuk menjalani gaya hidup yang lebih aktif. Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh lebih siap bergerak, sementara kurang tidur justru dapat menurunkan energi dan motivasi untuk berolahraga.

Meski demikian, para peneliti menekankan pentingnya keseimbangan. Menjaga rutinitas tidur yang baik—seperti tidur dan bangun di jam yang sama, membatasi paparan layar sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman—dapat menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih sehat dan aktif.

Dengan memahami hubungan erat antara tidur dan aktivitas fisik, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak mengatur waktu istirahat dan olahraga demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================