
Berdasarkan data dari Healthline, setiap 100 gram singkong rebus mengandung sekitar 191 kalori. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan ubi jalar yang hanya mengandung sekitar 90 kalori per 100 gram, atau wortel yang hanya sekitar 35 kalori.
Sebagian besar kalori pada singkong berasal dari karbohidrat, yakni sekitar 84 persen, sementara sisanya berasal dari protein dan lemak. Artinya, bagi seseorang yang sedang menjalani diet defisit kalori, konsumsi singkong perlu dikontrol dengan baik agar tidak berlebihan.
Meski demikian, singkong bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Dalam porsi yang tepat, singkong rebus tetap memberikan sejumlah manfaat kesehatan.
Umbi ini mengandung vitamin C yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, serta tembaga yang mendukung fungsi otak dan produksi energi.
Selain itu, singkong juga mengandung pati resisten, yaitu jenis karbohidrat yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh. Pati resisten berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus, sehingga membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pati resisten dapat membantu mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, serta menurunkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Kesimpulannya, singkong rebus bukanlah musuh bagi program diet, selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan diimbangi dengan sumber protein, serat, serta sayuran lainnya.
Kunci utama keberhasilan diet tetap terletak pada keseimbangan asupan dan pengendalian porsi, bukan pada menghindari satu jenis makanan tertentu.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















