BOGORTODAY.COM – Air conditioner (AC) merupakan perangkat elektronik yang berfungsi menyejukkan ruangan dan kini menjadi kebutuhan penting bagi banyak masyarakat Indonesia.
Dengan cuaca yang cenderung panas, keberadaan AC mampu membuat aktivitas di dalam rumah terasa lebih nyaman.
Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, AC juga berisiko mengalami kerusakan jika tidak digunakan dan dirawat dengan benar.
Salah satu tanda yang sering muncul adalah AC tidak lagi dingin seperti biasanya. Kondisi ini umumnya bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat kebiasaan penggunaan yang keliru.
Agar AC di rumah tetap awet dan bekerja optimal, berikut beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari, seperti dirangkum dari Reader’s Digest.
- Meletakkan Unit Outdoor di Tempat Tertutup
AC terdiri dari dua bagian, yaitu unit indoor dan unit outdoor. Meski sering dianggap sepele, posisi unit outdoor sangat menentukan kinerja AC. Unit ini harus ditempatkan di area terbuka agar sirkulasi udara berjalan lancar.
Jika unit outdoor terhalang dinding atau benda lain, panas dari mesin tidak bisa keluar dengan baik. Akibatnya, mesin bekerja lebih keras dan berpotensi cepat rusak.
- Menempatkan AC di Dekat Sumber Panas
Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah memasang AC terlalu dekat dengan sumber panas seperti kompor, oven, kulkas, atau peralatan elektronik lain yang menghasilkan panas.
AC yang berada di dekat sumber panas akan bekerja ekstra untuk menurunkan suhu ruangan, sehingga beban kerja meningkat dan usia pakainya menjadi lebih pendek. Jika harus memasang AC di dapur, pastikan arah hembusan angin tidak langsung mengarah ke kompor.
- Menggunakan AC Terus-Menerus Tanpa Jeda
Meski AC terasa nyaman digunakan sepanjang hari, bukan berarti perangkat ini tidak perlu istirahat. Penggunaan terus-menerus dapat mempercepat keausan komponen mesin.
Manfaatkan fitur timer atau pengatur waktu yang tersedia pada AC modern. Dengan begitu, AC dapat mati otomatis saat tidak dibutuhkan, sekaligus menghemat listrik dan menjaga umur mesin.
“Sebagian besar AC modern sudah dilengkapi pengatur waktu yang bisa diatur sesuai kebutuhan, bahkan dapat dikendalikan lewat ponsel pintar,” ujar pendiri Home Living Labs, Albert Lee, dikutip dari Reader’s Digest.
- Jarang Membersihkan AC
Debu dan kotoran yang menumpuk di dalam AC, terutama pada filter, dapat menghambat aliran udara. Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan.
Menurut Chief Operating Officer One Hour Heating & Air Conditioning, Mark Dawson, kotoran yang menumpuk membuat komponen seperti kapasitor bekerja ekstra dan lebih cepat rusak. Ia menyarankan pembersihan AC secara rutin setiap 1–3 bulan, serta penggantian filter secara berkala agar kinerja AC tetap optimal.
- Terlambat Melakukan Servis
Banyak orang baru memanggil teknisi ketika AC sudah benar-benar rusak. Padahal, tanda-tanda awal seperti suara tidak biasa, udara kurang dingin, atau bau tidak sedap sebaiknya segera diperiksa.
Menurut teknisi AC Bradley Stroot, beberapa komponen kecil seperti kapasitor memiliki masa pakai tertentu dan perlu diganti sebelum benar-benar rusak. Jika dibiarkan, kerusakan kecil bisa merambat dan menyebabkan kerusakan besar yang memerlukan biaya lebih mahal.
Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas, AC di rumah dapat bekerja lebih optimal, hemat listrik, dan memiliki usia pakai yang lebih panjang. Perawatan rutin adalah kunci agar kenyamanan di rumah tetap terjaga.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















