
Di balik angka-angka itu, tersimpan cerita panjang kawasan tersebut. Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Rhama Khodara menjelaskan, sebelumnya terdapat 149 bangunan pedagang kaki lima yang diminta membongkar lapak secara mandiri.
“Total ada 149 PKL keseluruhan. Yang lain sudah bongkar mandiri. Yang 42 lapak ini masih nekat berjualan, makanya kita bongkar,” ujarnya.
Bagi sebagian pedagang, lapak yang tak mewah itu bukan sekadar tempat berjualan, melainkan tumpuan ekonomi keluarga. Karena itu, upaya relokasi masih menjadi pekerjaan rumah. Pemerintah daerah berusaha mencarikan ruang baru agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah.
“Untuk relokasi masih berupaya ke pihak kampus, tapi belum memberikan ruang di mana titik-titiknya,” kata Rhama.
Menjelang siang, puing-puing bangunan tersisa di pinggir jalan. Bagi para pedagang, hari itu menjadi penanda berakhirnya satu bab kehidupan, sekaligus awal ketidakpastian tentang ke mana langkah selanjutnya akan diarahkan.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















