BOGORTODAY.COM – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.
Keutamaan bulan ini menjadikannya waktu yang istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Zaman berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram, yaitu tiga bulan berturut-turut: Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam, serta bulan Rajab yang berada di antara Jumadil Akhir dan Syakban.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Rajab, Bulan Persiapan Menuju Ramadan
Dalam buku 12 Bulan Mulia – Amalan Sepanjang Tahun karya Abdurrahman Ahmad disebutkan bahwa bulan Rajab menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan Ramadan.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak istighfar, dan menjauhi perbuatan maksiat.
Rasulullah SAW bahkan menyebut Rajab sebagai bulan Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan oleh Hasan Bashri RA:
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.”
Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berstatus dhaif (lemah). Kendati demikian, semangat untuk memperbanyak amal saleh di bulan Rajab tetap dianjurkan karena termasuk dalam bulan yang dimuliakan.
Istighfar Rajab dan Keutamaannya
Salah satu amalan utama di bulan Rajab adalah memperbanyak istighfar. Istighfar menjadi sarana memohon ampunan, membersihkan dosa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Sayyidul Istighfar
Bacaan ini dikenal sebagai istighfar paling utama dan dianjurkan dibaca kapan saja, termasuk di bulan Rajab.
Arab:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin:
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastatha’tu. A‘uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini‘matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR Bukhari)
- Istighfar 70 Kali
Selain Sayyidul Istighfar, umat Islam juga dianjurkan membaca istighfar berikut sebanyak 70 kali:
Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin:
Allahummaghfir lii warhamnii wa tub ‘alayya.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku.”
Keutamaan Membaca Istighfar
Berdasarkan berbagai riwayat dan penjelasan ulama, keutamaan istighfar antara lain:
- Menghapus dosa-dosa
- Mendatangkan rezeki
- Menenangkan hati
- Menjadi sebab turunnya rahmat Allah
- Menghindarkan diri dari azab
Zikir Bulan Rajab
Selain istighfar, terdapat beberapa zikir yang biasa diamalkan selama bulan Rajab:
- Tanggal 1–10 Rajab
سُبْحَانَ اللهُ حَيُّ الْقَيُّوْمُ
(Dibaca 100 kali)
Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. - Tanggal 11–20 Rajab
سُبْحَانَ اللهِ اَحَدِ الصَّمَدْ
(Dibaca 100 kali)
Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu. - Tanggal 21–30 Rajab
سُبْحَانَ اللهُ الرَّؤُوْفُ
(Dibaca 100 kali)
Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Pengasih.
Selain memperbanyak istighfar, umat Islam juga dianjurkan untuk:
- Melaksanakan puasa sunnah
- Memperbanyak sedekah
- Memperbanyak zikir dan doa
- Meningkatkan amal kebajikan
Meski sebagian amalan tidak memiliki dalil khusus, para ulama sepakat bahwa memperbanyak kebaikan di bulan Rajab merupakan bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.
Semoga bulan Rajab menjadi momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















