Menelusuri Sejarah Awal Tahun Baru, dari Peradaban Kuno hingga Kalender Modern

Penetapan Tahun Baru dalam Kalender Romawi

Sebelum kalender modern digunakan, kalender Republik Romawi menetapkan awal tahun pada 1 Maret. Namun, sejak tahun 153 SM, tanggal tersebut diubah menjadi 1 Januari. Ketentuan ini kemudian diperkuat dalam kalender Julian yang diperkenalkan pada 46 SM oleh Julius Caesar.

Memasuki Abad Pertengahan, sebagian besar wilayah Eropa Kristen justru menganggap 25 Maret, yang dikenal sebagai Hari Raya Kabar Gembira, sebagai awal tahun. Di sisi lain, Inggris Anglo-Saxon merayakan Tahun Baru pada 25 Desember.

BACA JUGA :  OSN-K 2026 Segera Digelar, Peserta Wajib Pahami Tata Tertib dan Sanksi yang Berlaku

Awal Penetapan 1 Januari sebagai Tahun Baru

Menurut catatan Encyclopaedia Britannica, Raja William Sang Penakluk pernah menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Namun, Inggris kemudian mengikuti tradisi gereja yang menetapkan 25 Maret sebagai awal tahun.

Perubahan besar terjadi ketika Gereja Katolik Roma mengadopsi Kalender Gregorian pada 1582. Kalender ini kembali menetapkan 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru. Seiring waktu, negara-negara Eropa pun mulai mengikutinya secara bertahap.

BACA JUGA :  Warga Digenjot Taat Pajak, Truk Dinas Pelat Merah di Kota Bogor Malah Nunggak Sejak 2021

Skotlandia menjadi salah satu yang pertama mengadopsi 1 Januari sebagai awal tahun pada 1660, disusul Jerman dan Denmark sekitar tahun 1700. Inggris baru mengikuti pada 1752, sementara Rusia mengadopsinya jauh kemudian, yakni pada 1918.

Kini, penetapan 1 Januari sebagai awal tahun telah digunakan secara global. Meski demikian, sejarah panjang di baliknya menunjukkan bahwa konsep tahun baru terus berkembang seiring perubahan budaya, agama, dan peradaban manusia.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================