Menelusuri Sejarah Awal Tahun Baru, dari Peradaban Kuno hingga Kalender Modern

Awal Tahun
Menelusuri Sejarah Awal Tahun Baru, dari Peradaban Kuno hingga Kalender Modern. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Tak terasa, kita kembali memasuki awal tahun. Bagi banyak orang, pergantian tahun menjadi momen refleksi sekaligus perayaan yang identik dengan kumpul keluarga, pesta, hingga kembang api.

Namun, tahukah Anda bahwa tradisi menyambut tahun baru telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu?

Catatan sejarah menunjukkan bahwa perayaan tahun baru sudah dikenal sejak sekitar 2000 SM di Mesopotamia.

Kala itu, masyarakat Babilonia merayakan tahun baru yang disebut Akitu, yang dimulai dengan datangnya bulan baru setelah ekuinoks musim semi.

Sementara itu, bangsa Assyria menetapkan awal tahun pada bulan baru yang paling dekat dengan ekuinoks musim gugur, sekitar pertengahan September.

Perbedaan Awal Tahun di Berbagai Peradaban

Konsep awal tahun tidak seragam di berbagai peradaban kuno. Bangsa Mesir dan Fenisia memulai tahun mereka pada saat ekuinoks musim gugur, yakni sekitar 21 September. Berbeda dengan bangsa Persia kuno yang menandai tahun baru pada ekuinoks musim semi, sekitar 21 Maret.

BACA JUGA :  HGB Kedaluwarsa Sejak 2017, Petani Geruduk BPN Kabupaten Bogor

Sementara itu, masyarakat Yunani kuno mengawali tahun pada titik balik matahari musim dingin atau sekitar 21 Desember. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pergantian tahun sangat dipengaruhi oleh fenomena alam dan sistem kepercayaan masing-masing peradaban.

Penetapan Tahun Baru dalam Kalender Romawi

Sebelum kalender modern digunakan, kalender Republik Romawi menetapkan awal tahun pada 1 Maret. Namun, sejak tahun 153 SM, tanggal tersebut diubah menjadi 1 Januari. Ketentuan ini kemudian diperkuat dalam kalender Julian yang diperkenalkan pada 46 SM oleh Julius Caesar.

Memasuki Abad Pertengahan, sebagian besar wilayah Eropa Kristen justru menganggap 25 Maret, yang dikenal sebagai Hari Raya Kabar Gembira, sebagai awal tahun. Di sisi lain, Inggris Anglo-Saxon merayakan Tahun Baru pada 25 Desember.

Awal Penetapan 1 Januari sebagai Tahun Baru

BACA JUGA :  Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kebhinekaan

Menurut catatan Encyclopaedia Britannica, Raja William Sang Penakluk pernah menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun. Namun, Inggris kemudian mengikuti tradisi gereja yang menetapkan 25 Maret sebagai awal tahun.

Perubahan besar terjadi ketika Gereja Katolik Roma mengadopsi Kalender Gregorian pada 1582. Kalender ini kembali menetapkan 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru. Seiring waktu, negara-negara Eropa pun mulai mengikutinya secara bertahap.

Skotlandia menjadi salah satu yang pertama mengadopsi 1 Januari sebagai awal tahun pada 1660, disusul Jerman dan Denmark sekitar tahun 1700. Inggris baru mengikuti pada 1752, sementara Rusia mengadopsinya jauh kemudian, yakni pada 1918.

Kini, penetapan 1 Januari sebagai awal tahun telah digunakan secara global. Meski demikian, sejarah panjang di baliknya menunjukkan bahwa konsep tahun baru terus berkembang seiring perubahan budaya, agama, dan peradaban manusia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================