
Dalam metode ini, telapak tangan digunakan sebagai alat ukur alami untuk menyeimbangkan tiga komponen utama nutrisi, yakni karbohidrat, protein, dan serat.
- Karbohidrat: 1 kepal tangan
Porsi karbohidrat seperti nasi, roti, atau pasta cukup sebesar satu kepalan tangan. Takaran ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi tanpa berlebihan.
- Protein: 1 telapak tangan
Sumber protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, atau tempe dianjurkan sebesar satu telapak tangan tanpa jari. Porsi ini cukup untuk mendukung pembentukan otot dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
- Serat: 1 tangkup tangan
Sayur dan buah menjadi komponen yang porsinya paling besar, yaitu satu tangkup tangan. Kandungan serat membantu melancarkan pencernaan, menjaga kadar gula darah, dan mendukung metabolisme tubuh.
Sejalan dengan Pedoman Gizi Seimbang
Metode telapak tangan ini sejalan dengan konsep Isi Piringku yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.
Bedanya, metode telapak tangan lebih praktis karena mengandalkan ukuran tubuh masing-masing, sementara Isi Piringku menekankan proporsi visual dalam satu piring—50 persen sayur dan buah, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat mengatur pola makan seimbang tanpa harus merasa terbebani oleh aturan yang rumit.
Dengan memahami dan menerapkan metode telapak tangan, menjaga pola makan sehat menjadi lebih mudah, fleksibel, dan realistis untuk dilakukan sehari-hari. Tanpa diet ekstrem, tubuh tetap mendapatkan nutrisi seimbang demi menunjang kesehatan jangka panjang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















