
Untuk memahami bagaimana otak manusia berkembang, para ilmuwan menggunakan teknologi organoid otak atau mini brain. Struktur ini dibuat di laboratorium dari sel kulit manusia yang direkayasa kembali menjadi sel punca.
Sel punca tersebut kemudian dikembangkan hingga membentuk jaringan yang menyerupai otak manusia tahap awal. Meski tidak dapat berpikir atau merasakan, mini brain mampu meniru proses biologis penting seperti pembelahan sel, diferensiasi, dan pembentukan jaringan saraf.
Teknologi ini memungkinkan peneliti mengamati langsung proses yang sebelumnya mustahil diamati, terutama perkembangan otak manusia di masa awal kehamilan.
Kesalahan Arah Pembelahan Sel Jadi Kunci
Dalam kondisi normal, sel-sel otak awal atau sel progenitor membelah dengan arah yang teratur. Pola pembelahan ini sangat penting agar sel-sel baru tetap menjadi “stok” pembangun jaringan otak yang terus berkembang.
Namun, penelitian menemukan bahwa pada kasus mikrosefali, arah pembelahan sel mengalami gangguan. Alih-alih membelah secara vertikal seperti seharusnya, banyak sel justru membelah secara miring atau horizontal. Akibatnya, sel progenitor utama cepat berubah menjadi sel saraf matang sebelum waktunya.
Kondisi ini menyebabkan cadangan sel pembentuk otak menipis terlalu cepat, sehingga otak tidak memiliki cukup “bahan baku” untuk tumbuh optimal. Akibatnya, ukuran otak menjadi jauh lebih kecil sejak awal perkembangan.
“Analisis kami menunjukkan bahwa perubahan arah pembelahan sel progenitor menjadi pemicu utama mengecilnya ukuran otak,” ujar Michael Heide, pemimpin tim peneliti dari German Primate Center.
“Bahkan perubahan kecil pada struktur rangka sel sudah cukup untuk mengganggu perkembangan otak sejak tahap paling awal,” tambahnya.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah EMBO Reports pada 10 Desember 2025. Temuan ini membuka jalan baru bagi pemahaman penyebab mikrosefali sekaligus menjadi dasar penting bagi pengembangan terapi di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














