Mengungkap Penyebab Mikrosefali, Saat Otak Berkembang Tidak Sempurna Sejak Dalam Kandungan

Mikrosefali
Ilustrasi Bayi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Mengapa sebagian anak terlahir dengan ukuran otak yang jauh lebih kecil dari biasanya? Kondisi ini dikenal dengan istilah mikrosefali, sebuah gangguan perkembangan yang kerap dikaitkan dengan faktor genetik.

Namun, mekanisme pasti di balik terjadinya mikrosefali selama ini masih menjadi teka-teki bagi para ilmuwan.

Kini, melalui penelitian terbaru yang memanfaatkan teknologi mini brain atau organoid otak, para ilmuwan mulai menemukan jawabannya.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari German Primate Center menunjukkan bahwa penyebab utama mikrosefali dapat ditelusuri hingga ke kesalahan kecil saat sel-sel otak membelah diri.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Apa Itu Mikrosefali?

Mikrosefali adalah kondisi ketika ukuran otak dan lingkar kepala seseorang jauh lebih kecil dibandingkan ukuran normal sesuai usianya. Kondisi ini umumnya sudah terjadi sejak bayi lahir, akibat gangguan perkembangan otak sejak masa kehamilan.

Anak dengan mikrosefali dapat mengalami berbagai hambatan, mulai dari gangguan kognitif, keterlambatan bicara, kesulitan belajar, hingga masalah koordinasi dan memori. Tingkat keparahannya sangat bergantung pada seberapa besar gangguan yang terjadi selama pembentukan otak.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Penyebab mikrosefali cukup beragam. Faktor genetik menjadi salah satu pemicu utama, namun infeksi selama kehamilan, paparan zat berbahaya, kekurangan nutrisi, hingga gangguan aliran darah ke otak janin juga dapat berperan.

Mini Brain, Kunci Mengungkap Rahasia Perkembangan Otak

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================