Munculnya “Super Flu” Picu Kekhawatiran, Pakar Tegaskan Belum Mengarah ke Pandemi

Super Flu
Ilustrasi Virus. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kemunculan puluhan kasus Influenza A subclade K atau yang populer disebut “super flu” memicu kekhawatiran di masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan apakah virus ini berpotensi berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19 beberapa tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa kondisi saat ini belum mengarah ke pandemi global.

“Kalau melihat perkembangan sekarang, maka super flu ini hanya akan mengakibatkan gelombang penyakit flu yang lebih hebat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadi tidak mengarah ke pandemi,” ujar Tjandra dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Menurutnya, terdapat sejumlah indikator penting yang menentukan apakah suatu penyakit dapat berkembang menjadi pandemi. Pertama, adanya mutasi besar yang membuat virus benar-benar baru dan berbeda dari varian sebelumnya. Kedua, peningkatan tajam penularan disertai tingkat keparahan penyakit yang signifikan. Ketiga, penyebaran luas lintas negara tanpa dapat dibendung.

BACA JUGA :  Nyeri Haid: Kenali yang Normal dan Waspadai yang Berbahaya

“Jika ketiga faktor tersebut tidak terjadi secara bersamaan, maka kemungkinan menjadi pandemi sangat kecil,” jelasnya.

Influenza A subtipe H3N2 sendiri bukan virus baru. Lonjakan kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi di berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, dan Thailand. Namun yang menjadi perhatian saat ini adalah subclade K, yang diketahui telah mengalami sekitar tujuh kali mutasi.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================