Ditolak Warga, Nama Ruko Pangeran Sake di Citeureup Bakal Diganti

Ruko Pangeran Sake
Seorang warga melintas di depan kompleks ruko Pangeran Sake di Kecamatan Citeureup Indah, Kabupaten Bogor, Jumat (2/1/2026). Nama tokoh ulama Pangeran Sake yang sebelumnya tertera di papan nama ruko dicopot warga karena dinilai tidak etis menggunakan nama waliyullah untuk bangunan komersial. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengganti nama ruko Pangeran Sake di Kecamatan Citeureup, Jawa Barat menyusul penolakan dari masyarakat setempat.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan ulang untuk menentukan nama yang tepat bagi ruko tersebut.

“Kami akan berdiskusi dengan Bupati untuk menentukan penamaan yang sesuai sehingga tidak menimbulkan penolakan dari masyarakat,” kata Eko, Sabtu (3/1/2026).

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Eko menjelaskan, pemerintah daerah akan melibatkan unsur masyarakat dalam proses penamaan ulang tersebut. Namun, saat ini pembahasan difokuskan pada diskusi internal pemerintah daerah terlebih dahulu.

“Setelah diskusi internal selesai, kami akan melibatkan tokoh masyarakat setempat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bogor Nanjeur, Harapan HJB Ke-544 untuk Kota Bogor yang Lebih Maju

Eko menegaskan, pemerintah daerah memahami keberatan masyarakat terkait penggunaan nama tokoh besar Islam untuk ruko tersebut. Ia memastikan nama pengganti yang dipilih nantinya dapat diterima oleh masyarakat setempat.

“Pemerintah daerah terbuka terhadap masukan masyarakat. Yang pasti, nama yang dipasang harus bisa diterima oleh masyarakat setempat,” katanya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================