
Untuk mengatasi hal tersebut, tim memanfaatkan teknologi deep learning. Awalnya, sistem menggunakan fitur akustik Mel-Frequency Cepstral Coefficients (MFCC).
Selanjutnya, data suara batuk diproses menggunakan Yet Another Mel Spectrogram Network (YAMNet) guna memvalidasi dan mengklasifikasikan jenis suara.
“Model ini memiliki akurasi dan performa yang unggul dalam klasifikasi dan validasi suara batuk dalam berbagai kondisi lingkungan,” kata Nathania.
Terintegrasi Internet of Things (IoT)
Tim pengembang alat ini terdiri dari Nikolas Stanislaus Sanjaya, Faisal Azmi Sirajudin, Miskiyah, dan M. Rizki Dwi Kurnia Putra. Mereka melakukan pengolahan data lanjutan dengan menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM) yang dimodifikasi agar mampu membedakan suara batuk penderita TBC dan non-TBC secara lebih akurat.
Menariknya, alat ini juga terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Sistem perekam suara terhubung langsung ke basis data rumah sakit sehingga pengolahan dan penyimpanan data dapat dilakukan secara efisien.
“Perangkat ini memiliki kemampuan pra-skrining TBC yang portable dan mudah dioperasikan oleh kader kesehatan di berbagai daerah,” ujar Nathania.
Raih Medali Emas di Pimnas 2025
Inovasi mahasiswa ITS ini berhasil mencuri perhatian di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2025 dan meraih medali emas. Alat deteksi dini TBC berbasis suara batuk ini diklaim memiliki tingkat sensitivitas hingga 76 persen.
Sistem dikembangkan menggunakan data dari 17 pasien di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 6. Karya ini dinilai layak meraih penghargaan karena mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 (kesehatan yang baik), ke-9 (inovasi dan infrastruktur), serta ke-10 (mengurangi kesenjangan).
Dengan inovasi ini, mahasiswa ITS membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi persoalan kesehatan nasional, khususnya dalam memerangi TBC di Indonesia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















