Kisah Ashim bin Tsabit, Sahabat Nabi yang Jasadnya Dijaga Allah SWT

Ashim bersama beberapa sahabat memilih bertempur daripada menyerah. Mereka melawan dengan gagah berani hingga akhirnya gugur satu per satu sebagai syuhada di jalan Allah.

Sementara itu, tiga sahabat lainnya memilih menyerah dengan harapan janji keselamatan ditepati. Namun, kaum Hudzail justru mengkhianati sumpah mereka.

Pada awalnya, kaum Hudzail tidak menyadari bahwa salah satu sahabat yang gugur adalah Ashim bin Tsabit.

Setelah mengetahui identitasnya, mereka merasa girang karena membayangkan imbalan besar dari kaum Quraisy di Makkah, khususnya dari Sulafah binti Sa’ad.

Jasad yang Dijaga Allah SWT

Kabar wafatnya Ashim sampai ke telinga para pemimpin Quraisy. Mereka pun mengirim utusan dengan sejumlah uang untuk mendapatkan kepala Ashim demi memenuhi nadzar Sulafah. Namun, ketika kaum Hudzail hendak mendekati jasad Ashim untuk memenggal kepalanya, terjadi peristiwa luar biasa.

BACA JUGA :  Resep Bolu Gula Merah Kukus Tanpa Telur, Lembut, Manis, dan Mekar Sempurna

Tiba-tiba, segerombolan lebah datang menyerang dengan ganas, mengelilingi dan menggigit siapa saja yang mencoba mendekat. Berkali-kali mereka berusaha, namun selalu gagal karena serangan lebah yang tak tertahankan.

Akhirnya, mereka berkata, “Biarkan saja sampai malam, biasanya lebah akan pergi ketika gelap.” Namun, ketika malam tiba, hujan deras turun disertai petir dan banjir besar yang menghanyutkan lembah tersebut. Keesokan paginya, jasad Ashim bin Tsabit telah hilang tanpa jejak, hanyut dibawa banjir sesuai kehendak Allah SWT.

Doa yang Dikabulkan

Peristiwa ini menjadi bukti bagaimana Allah menjaga hamba-Nya yang beriman. Doa Ashim bin Tsabit dikabulkan, bahkan setelah ia wafat. Tak seorang pun dari kaum musyrik mampu menyentuh jasadnya.

BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Mendengar kisah ini, Umar bin al-Khattab RA berkata dengan penuh kekaguman, “Sungguh menakjubkan bagaimana Allah menjaga hamba-Nya yang beriman. Ashim bernazar untuk tidak menyentuh dan disentuh oleh orang musyrik selama hidupnya, maka Allah pun melindunginya setelah kematiannya, sebagaimana Dia menjaganya ketika masih hidup.”

Kisah Ashim bin Tsabit menjadi pengingat bahwa keikhlasan, keberanian, dan keteguhan iman tidak akan pernah sia-sia. Allah SWT senantiasa menjaga hamba-Nya yang setia membela agama-Nya, baik di dunia maupun setelah wafat.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================