BOGORTODAY.COM – Bicara soal mobil listrik, efisiensi konsumsi daya kini menjadi pertimbangan utama bagi konsumen, bahkan kerap mengalahkan desain dan fitur.
Jarak tempuh yang jauh dengan konsumsi listrik hemat menjadi kunci, terutama bagi pengguna yang ingin mobil listrik praktis untuk aktivitas harian maupun perjalanan jauh.
Jaecoo J5 EV hadir dengan klaim jarak tempuh hingga 461 km dalam sekali pengisian penuh. Angka ini terdengar menjanjikan di kelas SUV listrik. Namun di luar brosur, seberapa efisien sebenarnya Jaecoo J5 EV saat digunakan di kondisi nyata jalanan Indonesia?
Konsumsi Listrik Rata-Rata Jaecoo J5 EV
Tim detikOto melakukan pengujian konsumsi listrik Jaecoo J5 EV dengan metode full to full. Mobil diuji di rute kombinasi dalam kota dan luar kota, termasuk kondisi macet perkotaan hingga perjalanan pulang-pergi Jakarta–Bandung bersama keluarga.
Pengujian dilakukan dengan skenario berkendara alami, tanpa upaya khusus untuk menghemat daya secara ekstrem.
Jaecoo J5 EV sendiri dibekali baterai berkapasitas 60,9 kWh dengan klaim jarak tempuh maksimal 461 km. Dalam pengujian tersebut, mobil digunakan dari kondisi baterai 100 persen hingga tersisa 11 persen, dengan total jarak tempuh mencapai 402 km.
Kecepatan rata-rata selama perjalanan berada di angka 41 km/jam, mencerminkan penggunaan kombinasi jalan dalam kota dan luar kota yang cukup realistis.
Saat baterai diisi ulang hingga penuh, energi listrik yang masuk tercatat sebesar 57,56 kWh. Dari data ini, konsumsi listrik rata-rata Jaecoo J5 EV berada di kisaran 6,9 km per kWh.
Angka tersebut tergolong efisien untuk sebuah SUV listrik, terutama jika dibandingkan dengan kendaraan listrik lain di kelas baterai yang sama yang digunakan dalam kondisi serupa.
Dengan gaya berkendara lebih ekonomis—misalnya memaksimalkan regenerative braking dan menjaga kecepatan stabil di jalan tol—bukan tidak mungkin konsumsi bisa lebih hemat lagi dan jarak tempuh semakin mendekati klaim pabrikan.
Tes Nyata vs Klaim Pabrikan
Perlu dicatat, klaim jarak tempuh 461 km pada Jaecoo J5 EV didasarkan pada metode pengujian NEDC, yang umumnya menghasilkan angka lebih optimistis dibandingkan siklus WLTP atau penggunaan sehari-hari. Meski begitu, hasil tes nyata yang mencapai 402 km dari 100 hingga 11 persen menunjukkan bahwa klaim tersebut masih tergolong realistis.
Jika dihitung secara matematis, konsumsi rata-rata 6,9 km per kWh dikalikan dengan kapasitas baterai 60,9 kWh menghasilkan potensi jarak tempuh di kisaran 420 km. Angka ini cukup dekat dengan klaim resmi, terutama mengingat pengujian dilakukan di rute beragam dengan kondisi lalu lintas yang tidak selalu ideal.
Dukungan Fast Charging Jadi Nilai Tambah
Selain efisiensi, Jaecoo J5 EV juga didukung kemampuan DC fast charging hingga 130 kW. Dalam beberapa sesi pengujian pengisian daya, performa pengecasannya pun mendekati klaim pabrikan. Hal ini membuat waktu pengisian ulang baterai terasa lebih singkat dan praktis.
Dengan dukungan fast charging tersebut, Jaecoo J5 EV memberikan rasa aman bagi pengguna yang ingin memanfaatkan mobil ini tidak hanya untuk mobilitas harian di dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan jarak jauh antar kota.
Berdasarkan pengujian nyata, Jaecoo J5 EV terbukti cukup irit dan efisien di kelas SUV listrik. Konsumsi listrik rata-rata 6,9 km per kWh menunjukkan bahwa mobil ini bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi juga relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Ditambah kemampuan fast charging yang mumpuni, Jaecoo J5 EV layak dipertimbangkan bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan dan fleksibilitas perjalanan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















