
BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor masih menunggu data resmi dari Kementerian Kesehatan terkait dugaan kasus super flu yang disebut telah terdeteksi di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawaty mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima data by name by address (BNBA) mengenai 62 kasus super flu yang dilaporkan Kementerian Kesehatan.
“Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga belum mendapatkan data BNBA kasus super flu tersebut dari Kementerian Kesehatan,” kata Fusia, Selasa (6/1/2026).
Ia menyebutkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memastikan apakah terdapat kasus yang berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.
Fusia menjelaskan, berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan serta penilaian World Health Organization (WHO) dan epidemiolog nasional, penyakit tersebut tidak dinilai lebih parah dibandingkan influenza musiman.
“Tidak ditemukan bukti bahwa varian ini lebih parah dari influenza biasa,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga menyarankan penggunaan masker, terutama saat sakit atau berada di kerumunan, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin guna mencegah penularan.
Selain itu, vaksinasi influenza dinilai efektif untuk menurunkan risiko sakit berat, khususnya pada kelompok lanjut usia.
“Apabila mengalami gejala flu, sebaiknya tetap di rumah sampai membaik. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit jika gejala tidak membaik atau memburuk,” tuntasnya.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















