
“Contoh yang kasus di mana ada majelis yang ambruk. Kalau menunggu proses dan sebagainya, lama. Tapi kalau di tingkat desa, yang penting kan sudah ada keputusannya kepala desa bahwa itu memang perlu dibantu karena bencana,” katanya.
Hadijana menambahkan, sebagian dana Bankeu juga dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi kantor desa dengan anggaran tertentu. Namun, ia tidak merinci berapa jumlah desa yang memanfaatkan alokasi untuk rehabilitasi tersebut.
“Enggak hitung persentasenya. Ada berapa, ya. Mungkin sama dengan tahun kemarin. Enggak terlalu banyak. Hanya untuk rehab,” ucapnya.
Kabupaten Bogor memiliki 416 desa yang tersebar di 40 kecamatan. Penyaluran Bankeu ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan di tingkat desa sekaligus memberikan fleksibilitas bagi pemerintah desa dalam merespons kebutuhan lokal.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















