BOGORTODAY.COM – Masjidil Aqsa merupakan salah satu masjid yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam. Nama masjid ini disebut secara langsung dalam Al-Qur’an dan memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa besar Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Karena itulah, Masjidil Aqsa memiliki kedudukan yang sangat penting dan istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Untuk memahami kemuliaan Masjidil Aqsa secara utuh, umat Islam perlu mengetahui sejarah panjangnya, mulai dari awal pembangunan hingga peran besarnya dalam perjalanan dakwah dan peradaban Islam. Berikut penjelasan lengkap mengenai sejarah Masjidil Aqsa.
Sejarah Awal Pembangunan Masjidil Aqsa
Dalam berbagai kitab tafsir karya ulama besar seperti Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, dan ulama lainnya, disebutkan bahwa pihak yang pertama kali membangun Masjidil Aqsa adalah para malaikat.
Mereka diperintahkan oleh Allah SWT untuk menentukan serta menggariskan lokasi masjid tersebut. Keterangan ini sebagaimana dikutip dalam buku Sejarah dan Keutamaan Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds karya Mahdy Saied Rezk Karisem.
Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa sosok yang pertama kali membangun Masjidil Aqsa adalah Nabi Adam AS. Dalam pandangan ini, Allah SWT telah menetapkan lokasi, ukuran, serta luas bangunan Masjidil Aqsa, kemudian Nabi Adam AS yang melaksanakan pembangunannya.
Setelah itu, Nabi Ibrahim AS datang ke Baitul Maqdis dan melakukan pembaruan dengan merenovasi serta meninggikan bangunan Masjidil Aqsa. Renovasi ini sejalan dengan peran Nabi Ibrahim AS yang juga terlibat dalam pembangunan Ka’bah di Mekkah.
Pada masa tersebut, wilayah Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan Raja Kan’an Arab bernama Malki Shadiq. Ia dikenal sebagai raja yang teguh memegang ajaran tauhid dan merupakan sosok yang saleh. Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar tahun 2000 sebelum Masehi.
Selanjutnya, Nabi Ya’qub AS turut melakukan perbaikan dan pemugaran bangunan Masjidil Aqsa. Beberapa waktu kemudian, Nabi Sulaiman AS membangun Masjidil Aqsa menjadi bangunan yang besar, kokoh, indah, dan luas. Pembangunan tersebut diperkirakan terjadi sekitar tahun 950 sebelum Masehi.
Rasulullah SAW bersabda,
“Ketika Sulaiman bin Dawud AS selesai membangun Baitul Maqdis, ia meminta tiga perkara kepada Allah. Yaitu keputusan hukum yang sejalan dengan keputusan Allah, kerajaan yang tidak selayaknya dimiliki seseorang sesudahnya, dan agar masjid ini tidak didatangi seseorang yang tidak menginginkan selain salat di dalamnya melainkan ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya. Dua perkara pertama telah diberikan kepada Sulaiman AS, dan aku berharap ia juga diberikan yang ketiga.”
(HR Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah)
Masjidil Aqsa kemudian berdiri selama kurang lebih 370 tahun hingga datang serangan bangsa Babilonia yang dipimpin Nebukadnezar pada tahun 586 sebelum Masehi. Dalam serangan tersebut, bangunan Masjidil Aqsa diruntuhkan.
Pada tahun 135 Masehi, Raja Romawi Hadrianus kembali menyerang Baitul Maqdis. Banyak orang Yahudi dibunuh karena dianggap melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Romawi.
Masjidil Aqsa di Era Islam
Ketika Islam datang, Umar bin Khathab RA membersihkan kawasan Masjidil Aqsa yang saat itu dalam kondisi runtuh dan dipenuhi sampah. Setelah itu, beliau membangun kembali masjid menggunakan batu dan kayu di lokasi yang kini dikenal sebagai Masjid Qibli.
Pada masa Kekhalifahan Bani Umayyah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan melanjutkan pembangunan Masjidil Aqsa. Pembangunan dimulai pada tahun 66 Hijriah atau 685 Masehi dan selesai pada tahun 72 Hijriah. Putranya, Al-Walid bin Abdul Malik, kemudian menyempurnakan pembangunan hingga tahun 86 Hijriah.
Pembangunan tersebut mencakup Masjid Qibli yang sebelumnya dibangun oleh Umar bin Khathab RA, serta pendirian Masjid Kubah Ash-Shakhrah atau Kubah Batu. Bangunan utama yang dibangun pada masa ini pada dasarnya masih dapat disaksikan hingga saat ini, meskipun berbagai renovasi terus dilakukan oleh para khalifah Islam setelahnya.
Masjidil Aqsa terus mengalami pembaruan pada masa Daulah Mamluk dan Daulah Utsmaniyah. Pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni, dibangun pagar-pagar besar yang mengelilingi seluruh kawasan Masjidil Aqsa serta sejumlah menara azan.
Masjidil Aqsa dalam Al-Qur’an dan Hadits
Masjidil Aqsa berada di kawasan Haram Al-Sharif atau Temple Mount yang terletak di Kota Tua Yerusalem. Keberadaan dan kemuliaannya disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang mengisahkan peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, Surah Al-Maidah ayat 21 juga menyebutkan tentang tanah suci Baitul Maqdis sebagai wilayah yang diberkahi.
Dalam sebuah hadits, Abu Dzar RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid pertama yang dibangun di muka bumi. Rasulullah menjawab Masjidil Haram, kemudian Masjidil Aqsa, dengan jarak waktu pembangunan sekitar 40 tahun. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Lokasi dan Luas Kawasan Masjidil Aqsa
Masjidil Aqsa terletak di Kota Al-Quds atau Baitul Maqdis, tepatnya di wilayah Al-Quds Timur, Palestina. Sejak tahun 1967, kawasan ini berada di bawah pendudukan Israel, meskipun secara hukum internasional Al-Quds Timur termasuk wilayah Palestina.
Masjidil Aqsa berdiri di dataran tinggi yang dikenal sebagai Gunung Baitul Maqdis atau Murayya. Dalam tradisi Yahudi, kawasan ini disebut Gunung Haikal.
Luas kawasan Masjidil Aqsa mencapai sekitar 144.000 meter persegi, berbentuk persegi panjang tidak beraturan, dengan tinggi tembok sekitar 12 meter. Kawasan ini mampu menampung hingga sekitar 400.000 jemaah.
Keistimewaan Masjidil Aqsa bagi Umat Islam
Masjidil Aqsa memiliki banyak keistimewaan, di antaranya merupakan kiblat pertama umat Islam, tempat terjadinya peristiwa Isra Mikraj, serta masjid kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram. Keutamaan ini menegaskan kedudukan Masjidil Aqsa sebagai salah satu masjid paling mulia dalam Islam.
Alasan Masjidil Aqsa Diperebutkan
Masjidil Aqsa tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam, tetapi juga dianggap suci oleh pemeluk agama lain. Karena itulah, kawasan ini menjadi pusat perhatian dan perebutan sejak berabad-abad lalu.
Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah salah satu dari tiga masjid utama yang sangat dimuliakan, bersama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di dalam kawasan Masjidil Aqsa juga terdapat bangunan bersejarah Kubah Batu atau Dome of the Rock yang memiliki kubah emas ikonik.
Kedudukan religius, sejarah panjang, serta nilai spiritual yang tinggi inilah yang menjadikan Masjidil Aqsa sebagai salah satu situs paling penting dan sensitif di dunia hingga saat ini.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















