Kisah Budi Wahyudi Membangun Warung Bingkai DK, Dari Lulusan Perhotelan Jadi Juragan Frame

BOGORTODAY.COM – Ketekunan menjadi kunci bagi Budi Wahyudi dalam membangun bisnisnya. Berlokasi di Jalan Batutulis RT 03/05, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, “Warung Bingkai DK” kini telah sukses bertahan dan berkembang selama 11 tahun.

Nama “DK” sendiri memiliki makna mendalam bagi Budi dan istrinya; diambil dari inisial kedua buah hati mereka, Derel dan Kenzi.

Budi mengisahkan, perjalanannya tidaklah instan. Sebelum memiliki rumah produksi sendiri, ia mengawali karier sebagai pemasok bingkai yang menyuplai produk ke berbagai toko. Menariknya, Budi mengaku tidak memiliki latar belakang seni sama sekali.

“Saya sebenarnya bukan seniman. Latar belakang pendidikan saya dari perhotelan, sangat jauh berbeda. Tapi karena ingin punya usaha sendiri, saya beranikan diri untuk menjalani ini,” ujar Budi saat ditemui pada Kamis (8/1/2026).

Awalnya, Budi menjual bingkai jadi dari pabrik dengan sistem “mengampas” atau berkeliling dari toko ke toko. Setelah setahun berlelah-lelah di jalan, ia memutuskan untuk menetap dan membuka toko sendiri pada 10 Desember 2014.

BACA JUGA :  Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

“Saat baru buka, kami hanya menjual bingkai jadi, jasa cetak foto, dan alat tulis skala kecil. Bingkainya pun masih stok sisa pabrik karena belum bisa produksi sendiri,” kenangnya.

Lahirnya DK Frame Seiring waktu, relasi yang kuat dengan para fotografer dan pemilik toko menjadi modal besar. Ketika stok pabrik mulai menipis, muncul ide untuk memproduksi bingkai sendiri secara mandiri. Inilah awal mula lahirnya brand DK Frame.

Awalnya, proses produksi dilakukan secara manual dan sederhana. Potongan batangan bingkai dikerjakan di tempat lain, lalu dirakit di tokonya. Namun, permintaan yang terus melonjak membawa berkah bagi Budi.

“Dalam waktu empat bulan, pesanan mulai banyak. Dari keuntungan itu, saya mulai mencicil membeli mesin satu per satu,” ungkap Budi.

Produksi yang semula hanya 20 lusin per minggu, kini melesat hingga ratusan lusin per bulan. Bagi Budi, bingkai bukan sekadar pelengkap foto, melainkan sebuah karya seni.

BACA JUGA :  Psikologi Warna di Kantor: Pilihan Warna Pakaian yang Bisa Mempengaruhi Kesan Profesional

“Apapun sebenarnya bisa dibingkai. Bukan hanya foto, tapi juga lukisan, cermin, sampai barang antik. Bingkai itu adalah seni,” tambahnya.

Inovasi Bahan Fiber dan Layanan Custom Warung Bingkai DK terus berinovasi mengikuti tren pasar. Dari gaya minimalis modern hingga bingkai 3D, semuanya tersedia. Berbeda dengan bingkai konvensional, Budi memilih menggunakan bahan fiber berkualitas sebagai material utama, sementara kayu hanya digunakan sebagai pengikat lukisan.

“Karena menggunakan bahan fiber, pilihan motif ukirannya lebih beragam, ada lebih dari 50 motif yang bisa dipilih pelanggan,” jelasnya.

Selain produk jadi, keunggulan Warung Bingkai DK adalah layanan custom. Pelanggan bisa memesan bingkai dengan ukuran sesuai keinginan hingga panjang maksimal tiga meter, karena seluruh proses perakitan dilakukan langsung di lokasi.

Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen atau mempercantik dekorasi ruangan, Warung Bingkai DK buka setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================