BOGORTODAY.COM – Kanker timus merupakan jenis kanker langka yang bermula dari kelenjar timus, organ kecil yang terletak di belakang tulang dada dan tepat di atas jantung.
Meski ukurannya relatif kecil, timus memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh, terutama dalam pembentukan sel darah putih jenis T-limfosit (T cell) yang berfungsi melawan infeksi.
Kanker timus terjadi ketika sel-sel di dalam kelenjar timus tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor. Secara umum, kanker ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu timoma dan karsinoma timus.
Perbedaan Timoma dan Karsinoma Timus
Timoma dan karsinoma timus sama-sama berasal dari sel epitel timus sehingga sering disebut sebagai thymic epithelial tumors (TETs). Meski berasal dari jaringan yang sama, karakteristik keduanya cukup berbeda.
Timoma umumnya tumbuh lambat dan jarang menyebar ke luar kelenjar timus. Sebaliknya, karsinoma timus bersifat lebih agresif, tumbuh lebih cepat, dan memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebar ke organ lain.
Perbedaan sifat ini berpengaruh pada pilihan pengobatan dan prognosis pasien. Secara umum, timoma memiliki peluang kesembuhan yang lebih baik dibandingkan karsinoma timus.
Siapa yang Berisiko Terkena?
Kanker timus paling sering ditemukan pada orang dewasa berusia 40 hingga 75 tahun. Meski dapat terjadi pada siapa saja, penyakit ini tergolong sangat jarang. Di Amerika Serikat, misalnya, jumlah penderitanya diperkirakan hanya sekitar 400 kasus per tahun.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















