
Tidak Ada Batas Pasti, Ini Kuncinya
Lantas, berapa kali sebenarnya mi instan boleh dikonsumsi? Dokter Inge tidak menyebutkan angka pasti per minggu atau per bulan. Menurutnya, batas aman sangat bergantung pada cara konsumsi dan kombinasinya dengan makanan lain.
Mi instan bisa menjadi lebih layak dikonsumsi jika diposisikan sebagai sumber karbohidrat, lalu dilengkapi dengan protein dan zat gizi lainnya.
“Kalau kita anggap mi sebagai karbohidrat, lalu ditambahkan protein, dia bisa jadi makanan bergizi. Tapi bumbunya sebaiknya dikurangi supaya tidak terlalu asin,” jelasnya.
Dalam pola makan sehat, komposisi gizi ideal terdiri dari sekitar 50–60 persen karbohidrat, 10–15 persen protein, dan lemak kurang dari 30 persen.
Tips Konsumsi Mi Instan Lebih Sehat
Agar lebih aman dikonsumsi, mi instan sebaiknya:
- Tidak dimakan sendirian
- Ditambah lauk berprotein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe
- Dilengkapi sayuran untuk menambah serat dan vitamin
- Mengurangi penggunaan bumbu instan agar tidak terlalu asin
Mi instan bukan makanan yang sepenuhnya harus dihindari, namun frekuensi dan cara konsumsinya perlu dikontrol. Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama tanpa tambahan protein dan dengan bumbu lengkap, risiko kesehatan akan meningkat.
Sebaliknya, jika dikonsumsi sesekali dan dikombinasikan dengan bahan makanan bergizi lain, mi instan masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari yang seimbang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















