
BOGORTODAY.COM – Musim hujan berdampak pada meningkatnya kemunculan ular di permukiman warga. Kondisi ini terjadi karena telur-telur ular menetas saat musim hujan, serta adanya kemungkinan ular terbawa arus air ke kawasan hunian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan pihaknya kerap menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan ular di lingkungan permukiman.
“Setiap musim hujan, aduan warga soal ular cukup sering kami terima,” kata Yudi, Jumat (9/1/2026).
Yudi menjelaskan, masyarakat dapat melakukan penanganan awal dengan peralatan sederhana, seperti karung goni atau handuk tebal. Menurut dia, cara tersebut dapat digunakan untuk menangkap ular berukuran kecil maupun besar, asalkan dilakukan dengan benar.
“Banyak cara menangkap ular, baik menggunakan grapstick maupun alat lainnya. Namun, masyarakat bisa memanfaatkan karung goni atau handuk yang tebal,” ujar Yudi.
Ia menambahkan, posisi tubuh harus berada di belakang karung atau handuk saat proses penangkapan, dengan tujuan menutup bagian kepala ular terlebih dahulu.
“Setelah kepala tertutup, masukkan kepala ular lebih dulu ke dalam karung, kemudian diikuti badan dan buntutnya,” kata dia.
Meski demikian, Yudi mengingatkan agar penanganan ular berukuran besar, seperti piton, sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang. Hal itu untuk mengantisipasi risiko lilitan yang membahayakan keselamatan.
“Untuk ular besar, sebaiknya penanganan dilakukan minimal oleh dua orang agar lebih aman,” ujar Yudi.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















