
Melalui RUU ini, National Highway and Traffic Safety Administration (NHTSA) diwajibkan untuk menerbitkan aturan final yang menetapkan standar kinerja dan pelabelan pada pintu elektrik. Aturan tersebut secara khusus akan mengharuskan adanya “pembuka pintu manual yang mudah ditemukan untuk setiap pintu kendaraan.”
Kelly juga melontarkan kritik tajam terhadap Elon Musk dan filosofi desain Tesla.
“Keuntungan dan, apalagi, gaya, seharusnya tidak didahulukan dibandingkan nyawa manusia. Elon Musk dan desain Tesla miliknya tidak aman maupun efisien, dan hal itu telah merenggut nyawa. Ketika kecelakaan atau hilangnya daya membuat pengemudi dan penumpang terjebak di dalam mobil mereka sendiri, itu bukan inovasi—itu adalah kegagalan keselamatan,” tegas Kelly.
Selain itu, SAFE Exit Act juga akan mewajibkan produsen kendaraan menyediakan mekanisme khusus agar petugas penyelamat dapat mengakses kendaraan dari luar ketika sistem listrik kendaraan tidak berfungsi.
Langkah Amerika Serikat ini sejalan dengan kebijakan serupa yang telah diumumkan China. Negeri Tirai Bambu tersebut dijadwalkan mulai memberlakukan aturan terkait pintu kendaraan listrik pada 2027, dengan alasan keselamatan yang sama.
Jika disahkan, SAFE Exit Act berpotensi mengubah standar desain kendaraan listrik di masa depan, sekaligus menjadi tantangan besar bagi produsen EV yang selama ini mengedepankan desain futuristis dan efisiensi aerodinamika.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















